MerahPutih.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau bukan hanya menebar abu ke langit Nusantara, tetapi juga membuka beban kesehatan besar.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total populasi lansia yang berisiko mengalami ancaman kesehatan dari erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai sekitar 3,3 juta jiwa, yang menunjukkan besarnya beban kesehatan yang harus diantisipasi.
Baca juga:
3 Kabupaten Terparah Terkena Abu Erupsi Anak Krakatau, 1 di Banten 2 di Lampung
Kepada media, Senin (7/9), Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menegaskan abu vulkanik berbeda dengan debu biasa.
Kandungan silika tajam membuatnya berbahaya bagi paru-paru, mata, dan kulit. Bila bercampur dengan air, abu dapat mengeras seperti semen sehingga salah cara membersihkan justru menambah risiko,
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi
Dampak Erupsi Anak Krakatau Bagi Kesehatan Lansia
Bagi lansia, Imran menegaskan paparan abu vulkanik itu dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang bisa berujung fatal
Imran mengungkapkan paparan abu dapat memicu ISPA, sesak napas, eksaserbasi asma, hingga PPOK. Lansia dengan penyakit kronis berisiko mengalami komplikasi serius, termasuk tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke.
Mata menjadi perih, berair, dan mudah teriritasi, sementara kulit mengalami gatal dan peradangan. Tidak jarang lansia juga mengalami kebingungan atau penurunan konsentrasi akibat paparan berkepanjangan. Trauma evakuasi mendadak dan isolasi sosial menambah beban psikologis berupa stres dan depresi,
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi
Langkah Mitigasi bagi Lansia Saat Erupsi Anak Krakatau
Untuk itu, Kemenkes menekankan mitigasi bagi lansia di tengah ancaman abu erupsi Anak Krakatau harus dilakukan secara menyeluruh. Berikut hal-hal yang wajib menjadi perhatian bagi lansia:
- Gunakan masker N95/KN95 dan kacamata pelindung.
- Tutup celah rumah agar abu tidak masuk.
- Bersihkan abu dengan cara dibasahi terlebih dahulu.
- Pastikan obat rutin lansia tersedia.
- Fasilitas kesehatan siaga dengan oksigen, obat ISPA, salep kulit, dan tetes mata.
- Caregiver memberi dukungan psikososial untuk mencegah stres dan depresi.