Erupsi Gunung Anak Krakatau Mereda Setelah 25 Jam Mengamuk, Bahaya Belum Usai

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau Mereda Setelah 25 Jam Mengamuk, Bahaya Belum Usai

BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu. Foto/doc. BMKG

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kabar sedikit melegakan buat kamu yang terus memantau erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, karena fase letusan beruntun yang menegangkan selama 25 jam akhirnya berakhir.

Status Gunung Anak Krakatau saat ini memang masih tertahan di Level III (Siaga), namun ancamannya mulai menyusut sejak Minggu (6/9) dini hari.

Informasi terbaru dari Badan Geologi ini pastinya langsung menjawab kekhawatiran warga pesisir Banten dan Lampung yang sempat waswas akan dampak erupsi.

Baca juga:

Polisi Bagikan Masker Gratis kepada Pengendara Motor Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau

Meskipun aktivitas vulkanik Anak Krakatau sempat bikin heboh sejak Jumat (4/9) malam, pihak Badan Geologi ESDM memastikan bahwa rentetan letusan panjang itu sudah setop.

Tapi ingat, bukan berarti info Anak Krakatau hari ini seratus persen bebas risiko, ya.

Gunung api legendaris ini sekarang kembali ke mode karakteristik letusan strombolian, alias letusan-letusan kecil yang menandakan probabilitas erupsi susulan ke depannya masih cukup tinggi.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa transisi aktivitas ini menjadi penanda pasti selesainya fase letusan panjang yang sempat bikin tegang. Namun, pemantauan ketat tetap diberlakukan.

Pasca-berakhirnya episode tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bertransisi kembali ke karakteristik erupsi strombolian yang ditandai dengan perekaman tiga kali gempa letusan/erupsi strombolian,

kata Lana.

Rincian Data Seismik Terbaru: Gempa Hybrid dan Low Frequency Mendominasi

Kronologi

Buat yang penasaran dengan data teknisnya, hasil pantauan instrumen sepanjang 6 sampai 7 September 2026 menunjukkan bahwa isi perut gunung masih cukup bergejolak.

Biar lebih gampang dipahami, berikut rincian gempa yang terekam oleh alat pantau:

  • 98 kali gempa hybrid (fase banyak)

  • 93 kali gempa low frequency

  • 9 kali gempa embusan

  • 4 kali gempa tremor menerus

  • 3 kali gempa erupsi

  • 1 kali gempa vulkanik dangkal

Kabar baiknya, grafik RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) yang tadinya sempat meroket tajam pada 5 September 2026, kini sudah menunjukkan tren menukik turun.

Dari sisi deformasi tanah, alat ukur di Stasiun Tanjung memang merekam sedikit penggembungan (inflasi) tipis sejak awal Agustus 2026, tetapi kondisi di Stasiun Lava93 terpantau konstan dan stabil.

Imbauan Keselamatan: Patuhi Zona Merah dan Stop Hoaks Tsunami!

Baca juga:

Kemenkes Buka Beban Kesehatan Erupsi Anak Krakatau, 3,3 Juta Lansia Terancam Abu Vulkanik

Lantaran statusnya masih bertengger di Level III (Siaga), Badan Geologi merilis beberapa rekomendasi keselamatan mutlak yang pantang dilanggar:

  1. Jauhi Zona Merah 3 Km: Wisatawan, pendaki, maupun warga dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Jangan nekat, karena ancaman lontaran batu pijar, awan panas, hingga aliran lava sangat nyata.

  2. Gunakan Masker: Kalau kamu kebetulan berada di area yang terkena dampak hujan abu vulkanik, wajib pakai masker saat beraktivitas di luar rumah demi menjaga kesehatan saluran pernapasan.

  3. Jangan Makan Isu Hoaks: Warga pesisir di Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang beraktivitas seperti biasa. Tolak mentah-mentah isu hoaks atau pesan berantai tidak jelas soal potensi tsunami akibat erupsi ini. Selalu rujuk informasi dari kanal resmi pemerintah.

#Anak Krakatau #Krakatau #Gunung Krakatau #Krakatau Erupsi #Badan Geologi #Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Badan Geologi mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Papandayan saat ini masih dipertahankan pada Level I (Normal).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Berita Foto
Hari ke-10 Pencarian, Area SAR Jurnalis Hilang Diperluas hingga 8.509 Mil Laut Persegi
Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 17 September 2026
Hari ke-10 Pencarian, Area SAR Jurnalis Hilang Diperluas hingga 8.509 Mil Laut Persegi
Berita Foto
DVI Mulai Ambil Sampel DNA Keluarga Jurnalis dan ABK Hilang Kontak di Selat Sunda
Personel DVI mengambil sampel DNA dari keluarga jurnalis yang hilang kontak di Pos Ante Mortem DVI Polda Banten, Carita, Pandeglang, Banten, Senin (14/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 14 September 2026
DVI Mulai Ambil Sampel DNA Keluarga Jurnalis dan ABK Hilang Kontak di Selat Sunda
Berita Foto
Hari Ketujuh Pencarian, Basarnas Perpanjang Operasi SAR Jurnalis dan ABK Hilang hingga Tiga Hari
Menyampaikan hasil pencarian hari ketujuh jurnalis yang hilang di Posko Nasional, Marita Lippo Carita, Pandeglang, Banten, Senin (14/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 14 September 2026
Hari Ketujuh Pencarian, Basarnas Perpanjang Operasi SAR Jurnalis dan ABK Hilang hingga Tiga Hari
Indonesia
Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas, Kerahkan 18 Kapal dan 1 Helikopter
Tim SAR memperhitungkan kondisi arus, angin dan gelombang dalam menentukan pola penyisiran.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas, Kerahkan 18 Kapal dan 1 Helikopter
Indonesia
Operator Telekomunikasi Dikerahkan Cari Sinyal HP Jurnalis Hilang
Nezar menjelaskan informasi dari operator seluler mengenai aktivitas jaringan telah diteruskan kepada tim SAR untuk diproses dan menjadi salah satu bahan dalam upaya menentukan lokasi terakhir
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Operator Telekomunikasi Dikerahkan Cari Sinyal HP Jurnalis Hilang
Indonesia
Jurnalis Hilang saat Bertugas Meliput Anak Krakatau, Bukti Risiko Profesi tak Main-Main
Wartawan memang dituntut untuk berada di lapangan dan mendapatkan informasi secara langsung.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Jurnalis Hilang saat Bertugas Meliput Anak Krakatau, Bukti Risiko Profesi tak Main-Main
Berita Foto
Doa Bersama untuk Keselamatan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Sejumlah jurnalis dan warga mengikuti doa bersama untuk keselamatan jurnalis di Masjid Islamic Center Baiturrahmi, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Doa Bersama untuk Keselamatan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Indonesia
Belajar dari Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Keselamatan jangan Diperhatikan hanya saat Terjadi Musibah
Perusahaan pers maupun pihak yang melakukan penugasan juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kondisi kerja yang aman.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Belajar dari Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Keselamatan jangan Diperhatikan hanya saat Terjadi Musibah
Bagikan