Merahputih.com - Ratusan nelayan Pandeglang tidak melaut dalam beberapa hari terakhir akibat imbas langsung dari dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.
Peningkatan aktivitas vulkanik ini membuat populasi ikan terganggu sehingga para nelayan, mulai dari TPI Labuan, Carita, hingga Panimbang terpaksa menyandarkan perahu mereka.
Baca juga:
624 Penerbangan Ditunda di Bandara Soetta Efek Erupsi Anak Krakatau, Ini Solusinya
Keputusan para nelayan di pesisir Pandeglang untuk rehat sejenak dari lautan ini bukan tanpa alasan, sebab rentetan erupsi GAK Selat Sunda ternyata sukses bikin ekosistem air kalang kabut.
Ikan-ikan pelagis, baik yang ukuran kecil maupun besar, jadi sangat sulit dipancing karena ketakutan dengan gemuruh serta sebaran material vulkanik.
Daripada nekat buang-buang bahan bakar tapi pulang dengan tangan kosong, para nelayan ini lebih memilih cari aman sambil menunggu cuaca Selat Sunda kembali kalem.
Mengisi Waktu Luang: Servis Kapal dan Rajut Jaring di Dermaga
Kondisi alam yang lagi kurang bersahabat ini bikin rutinitas harian di pelabuhan berubah drastis. Kalau di hari normal para nelayan sudah berangkat menembus ombak jam 4 pagi dan merapat lagi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sekitar jam 4 sore, sekarang suasananya beda. Bukannya transaksi ikan, mereka justru sibuk berbenah.
Kami sudah tiga hari terakhir tidak melaut, karena meningkatnya erupsi GAK. Kami sekarang bersama teman-teman membersihkan kapal dan memperbaiki alat tangkap selama tidak melaut,
Samsudin, salah satu nelayan yang biasa mangkal di TPI Labuan.
Curhatan serupa juga datang dari kawasan TPI Carita. Samun, nelayan setempat, mengaku lebih memilih nongkrong di dermaga buat merawat "kuda laut" andalannya ketimbang bengong di rumah.
Kami sekarang belum pulang ke rumah, tetapi merawat kapal dan memperbaiki alat tangkap selama tak melaut,
ujar Samun.
Respons Cepat Dinas Perikanan: Keselamatan Nomor Satu!
Melihat situasi perairan yang lumayan berisiko, Pemerintah Kabupaten Pandeglang langsung mengambil langkah antisipasi. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar, mengeluarkan imbauan tegas agar para pelaut menahan diri sampai kondisi pasca-erupsi benar-benar dinyatakan aman.
Baca juga:
Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun
Kalaupun ada pelaut yang merasa terpaksa dan nekat berangkat demi urusan perut, Uun sangat mewanti-wanti agar keselamatan tetap jadi prioritas utama di atas segalanya. Berikut adalah beberapa fokus penanganan dari dinas terkait saat ini:
-
Pemantauan Real-time: Mengawasi perkembangan cuaca dan aktivitas vulkanik di Perairan Selat Sunda.
-
Pendataan Warga Terdampak: Mendata secara rinci nelayan mana saja yang kehilangan pendapatan harian.
-
Peringatan Dini (Early Warning): Edukasi keselamatan pelayaran di tengah cuaca ekstrem.
Kami saat ini tengah melakukan pendataan nelayan yang tidak melaut akibat dampak erupsi GAK,
papar Uun Junandar.