Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ikan Kabur, Nelayan Pandeglang Terpaksa Gantung Jaring

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ikan Kabur, Nelayan Pandeglang Terpaksa Gantung Jaring

Kapal seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten yang tidak melaut akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026). ANTARA/Mansyur

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ratusan nelayan Pandeglang tidak melaut dalam beberapa hari terakhir akibat imbas langsung dari dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.

Peningkatan aktivitas vulkanik ini membuat populasi ikan terganggu sehingga para nelayan, mulai dari TPI Labuan, Carita, hingga Panimbang terpaksa menyandarkan perahu mereka.

Baca juga:

624 Penerbangan Ditunda di Bandara Soetta Efek Erupsi Anak Krakatau, Ini Solusinya

Keputusan para nelayan di pesisir Pandeglang untuk rehat sejenak dari lautan ini bukan tanpa alasan, sebab rentetan erupsi GAK Selat Sunda ternyata sukses bikin ekosistem air kalang kabut.

Ikan-ikan pelagis, baik yang ukuran kecil maupun besar, jadi sangat sulit dipancing karena ketakutan dengan gemuruh serta sebaran material vulkanik.

Daripada nekat buang-buang bahan bakar tapi pulang dengan tangan kosong, para nelayan ini lebih memilih cari aman sambil menunggu cuaca Selat Sunda kembali kalem.

Mengisi Waktu Luang: Servis Kapal dan Rajut Jaring di Dermaga

Kondisi alam yang lagi kurang bersahabat ini bikin rutinitas harian di pelabuhan berubah drastis. Kalau di hari normal para nelayan sudah berangkat menembus ombak jam 4 pagi dan merapat lagi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sekitar jam 4 sore, sekarang suasananya beda. Bukannya transaksi ikan, mereka justru sibuk berbenah.

Kami sudah tiga hari terakhir tidak melaut, karena meningkatnya erupsi GAK. Kami sekarang bersama teman-teman membersihkan kapal dan memperbaiki alat tangkap selama tidak melaut,

Samsudin, salah satu nelayan yang biasa mangkal di TPI Labuan.

Curhatan serupa juga datang dari kawasan TPI Carita. Samun, nelayan setempat, mengaku lebih memilih nongkrong di dermaga buat merawat "kuda laut" andalannya ketimbang bengong di rumah.

Kami sekarang belum pulang ke rumah, tetapi merawat kapal dan memperbaiki alat tangkap selama tak melaut,

ujar Samun.

Respons Cepat Dinas Perikanan: Keselamatan Nomor Satu!

Melihat situasi perairan yang lumayan berisiko, Pemerintah Kabupaten Pandeglang langsung mengambil langkah antisipasi. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar, mengeluarkan imbauan tegas agar para pelaut menahan diri sampai kondisi pasca-erupsi benar-benar dinyatakan aman.

Baca juga:

Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun

Kalaupun ada pelaut yang merasa terpaksa dan nekat berangkat demi urusan perut, Uun sangat mewanti-wanti agar keselamatan tetap jadi prioritas utama di atas segalanya. Berikut adalah beberapa fokus penanganan dari dinas terkait saat ini:

  • Pemantauan Real-time: Mengawasi perkembangan cuaca dan aktivitas vulkanik di Perairan Selat Sunda.

  • Pendataan Warga Terdampak: Mendata secara rinci nelayan mana saja yang kehilangan pendapatan harian.

  • Peringatan Dini (Early Warning): Edukasi keselamatan pelayaran di tengah cuaca ekstrem.

Kami saat ini tengah melakukan pendataan nelayan yang tidak melaut akibat dampak erupsi GAK,

papar Uun Junandar.

#Nelayan #Tangkapan Nelayan #Krakatau #Anak Krakatau #Gunung Krakatau #Gunung Anak Krakatau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Indonesia
Klaim Stok Pangan Aman Buat El Nino, Prabowo Janji Bagikan Ribuan Kapal Nelayan
Presiden Prabowo Subianto umumkan capaian swasembada pangan dan bebas impor solar saat menghadiri 100 Tahun Gontor di Ponorogo. Cek rincian pidatonya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Klaim Stok Pangan Aman Buat El Nino, Prabowo Janji Bagikan Ribuan Kapal Nelayan
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Keluarga jurnalis yang hilang kontak melakukan tabur bunga di bibir Pantai Kampung Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Berita Foto
Kemarau Panjang Tekan Hasil Tangkapan Nelayan Muara Baru
Aktivitasl jual beli ikan tangkapan nelayan Muara Baru yang dijajakan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 17 September 2026
Kemarau Panjang Tekan Hasil Tangkapan Nelayan Muara Baru
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Berita Foto
Hari ke-10 Pencarian, Area SAR Jurnalis Hilang Diperluas hingga 8.509 Mil Laut Persegi
Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 17 September 2026
Hari ke-10 Pencarian, Area SAR Jurnalis Hilang Diperluas hingga 8.509 Mil Laut Persegi
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Tim sempat menemukan sebuah terpal berwarna oranye, tetapi benda tersebut kemudian dipastikan bukan bagian dari barang milik korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Bagikan