Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terbelah Jadi 2 Klaster, Benarkah Ada Potensi Tsunami?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terbelah Jadi 2 Klaster, Benarkah Ada Potensi Tsunami?

Kronologi 25 Jam Anak Krakatau Erupsi Tanpa Henti. Foto: PVMBG Badan Geologi ESDM

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kabar terbaru terkait erupsi Gunung Anak Krakatau kini menjadi sorotan utama setelah BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik Krakatau yang mulai mengepung langit Jakarta hingga Banten.

Bagi kamu yang memiliki jadwal penerbangan atau bermukim di pesisir Selat Sunda, info BMKG hari ini sangat krusial karena lonjakan aktivitas vulkanik tersebut berimbas langsung pada penutupan sejumlah bandara besar.

Pemantauan ketat selama 24 jam penuh terus digeber oleh BMKG untuk melihat sejauh mana dampak erupsi Krakatau memengaruhi atmosfer dan navigasi udara. Berdasarkan pantauan BMKG, sebaran abu vulkanik Krakatau sudah terbelah menjadi dua klaster raksasa yang menyelimuti wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, sampai Bengkulu.

Baca juga:

Polisi Siagakan 299 Personel SAR Erupsi Gunung Anak Krakatau, Warga Butuh Bantuan Hubungi 110

Alhasil, info BMKG hari ini langsung dijadikan acuan utama bagi otoritas penerbangan nasional untuk segera menerbitkan peringatan bahaya demi keselamatan penumpang.

Langit Terkepung Abu, Puluhan Peringatan Penerbangan Dikeluarkan

Sejak awal letusan pada 4 September 2026 malam, Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta Tangerang langsung bergerak cepat. Mereka memancarkan Significant Meteorological Information (SIGMET) alias peringatan dini cuaca penerbangan. Nggak main-main, hingga saat ini BMKG sudah merilis 18 SIGMET secara berkala.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, membeberkan seberapa ngeri sebaran abu vulkanik kali ini. Material debu itu terdeteksi terbang sangat tinggi hingga membelah dua arah mata angin.

Pembaruan SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat,

jelas Andri.

Sebagai gambaran, debu di ketinggian 20.000 kaki mengarah ke timur laut hingga selatan (menyapu langit Jakarta dan Jawa Barat). Sementara debu yang menembus 50.000 kaki terbang ke arah barat, menutupi wilayah Bengkulu, Lampung, dan Samudra Hindia.

Daftar Bandara yang Terimbas Penutupan Sementara

Menindaklanjuti kondisi langit yang sedang tidak bersahabat, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) resmi merilis NOTAM (Notice to Airmen).

Keselamatan penumpang jelas jadi prioritas nomor satu. Lewat koordinasi intensif lintas sektor mulai dari BMKG, InJourney, hingga otoritas setempat, diputuskan ada penutupan sementara untuk operasional beberapa bandara vital, yakni:

  • Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Banten)

  • Bandar Udara Halim Perdanakusuma (Jakarta)

  • Bandar Udara Radin Inten II (Lampung)

  • Bandar Udara Budiarto (Curug)

Durasi penutupan ini sangat situasional dan akan terus disesuaikan dengan arah angin pembawa abu vulkanik.

Cek Fakta: Benarkah Ada Potensi Tsunami dan Badai Petir?

Pertanyaan terbesar masyarakat pesisir saat ini: Apakah letusan ini memicu tsunami?. Kabar baiknya, Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, memastikan bahwa 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda belum menunjukkan adanya anomali muka air laut.

Berdasarkan radar di Carita dan Tanjung Lesung, probabilitas terjadinya tsunami masih berada di level rendah (di bawah 40 persen), dengan tinggi gelombang normal di kisaran satu meter.

Meski begitu, Ardhasena mengingatkan adanya fenomena alam lain yang cukup menarik sekaligus menegangkan, yakni badai petir vulkanik.

BMKG merekam adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik. Sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat adanya gangguan geomagnetik yang selaras dengan kenaikan sambaran petir vulkanik pada rentang waktu 12 jam terakhir. Namun, intensitas gangguan tersebut tidak sebesar letusan awal,

paparnya.

Tetap Tenang dan Waspada Hoaks!

Menghadapi dinamika alam ini, sistem peringatan dini dan pemantauan dari PVMBG-Badan Geologi dan BMKG dipastikan on 24 jam nonstop. Sinkronisasi data antarlembaga terus dilakukan agar kebijakan yang diambil tidak meleset.

Baca juga:

Refund Tiket Penerbangan Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Wajib 100 Persen

Buat kamu yang tinggal atau sedang beraktivitas di pesisir Selat Sunda, tetaplah tenang dan tingkatkan kewaspadaan. Paling penting: jangan gampang share info-info grup keluarga yang belum jelas kebenarannya. Selalu pantau update kondisi secara real-time hanya melalui saluran komunikasi resmi milik pemerintah dan BMKG.

#Gunung Krakatau #Krakatau Erupsi #Festival Krakatau #Pulau Anak Krakatau #Gunung Anak Krakatau #Sejarah Letusan Krakatau #Anak Gunung Krakatau Banten
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Jenazah ABK Kapal Ditumpangi Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dijemput Bupati di Bandara Soekarno Hatta
Jenazah langsung dibawa ke kediaman almarhum di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Jenazah ABK Kapal Ditumpangi Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dijemput Bupati di Bandara Soekarno Hatta
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Keluarga jurnalis yang hilang kontak melakukan tabur bunga di bibir Pantai Kampung Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Tim sempat menemukan sebuah terpal berwarna oranye, tetapi benda tersebut kemudian dipastikan bukan bagian dari barang milik korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Indonesia
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Operasi SAR hari kedelapan pencarian 5 jurnalis dan 3 ABK kapal Arupadhatu 1 di perairan Gunung Anak Krakatau masih nihil. Simak laporan lengkap Basarnas di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Indonesia
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Menjadi wadah bersatunya para insan pers dan masyarakat Solo guna mendoakan keselamatan seluruh korban yang hingga saat ini belum ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Bagikan