3 Kabupaten Paling Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Daftar dan Dampaknya

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
3 Kabupaten Paling Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Daftar dan Dampaknya

Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dirasakan masyarakat di sebagian besar wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, cukup tebal terlihat di teras dan halaman rumah serta kendaraan, Jumat (6/9/2026). ANTARA/Ahmad Fikri.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat malam, 4 September 2026 dan mulai berhenti pada Minggu, 6 September 2026 dini hari. Berakhirnya episode erupsi bukan berarti seluruh dampak abu vulkanik langsung hilang. Sisa abu yang berada di sekitar kawah masih dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah di sekitarnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tiga kabupaten menjadi wilayah paling terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, yakni Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung serta Pandeglang di Provinsi Banten.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemantauan terhadap wilayah yang terdampak abu vulkanik terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait.

Dalam hal ini termasuk Kementerian Kesehatan yang mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit,

katanya.

Baca juga:

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terbelah Jadi 2 Klaster, Benarkah Ada Potensi Tsunami?

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan perlindungan, seperti masker dan kacamata serta segera membersihkan diri setelah kembali dari luar rumah. Warga juga diimbau lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah selama wilayahnya masih terpapar abu vulkanik. Apabila mengalami gangguan pernapasan, masyarakat diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

Menteri Kesehatan juga telah menginstruksikan kesiapsiagaan puskesmas di daerah terdampak serta mengantisipasi kemungkinan kebutuhan pengaktifan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut membagikan sejumlah langkah mitigasi melalui akun Instagram resminya. Masyarakat diminta tetap waspada karena paparan abu vulkanik dapat memicu gangguan saluran pernapasan, iritasi mata, hingga masalah pada kulit.

Healthies, saat ini sejumlah gunung berapi di Indonesia mengalami peningkatan aktivitas vulkanik hingga erups. Buat kamu yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik, tetap waspada dan prioritaskan kesehatan, ya! Paparan abu vulkanik berisiko memicu gangguan saluran pernapasan, iritasi mata, hingga masalah kulit,

tulis pengumuman tersebut.

#Abu Vulkanik #Gunung Anak Krakatau #Gunung Krakatau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
BNPB mengingatkan bahaya Gunung Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru yang berstatus Level III atau Siaga. Simak radius larangan aktivitasnya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
Indonesia
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Gunung Anak Krakatau erupsi 31 kali pada 5-9 Oktober 2026, dengan 26 letusan dalam sehari. Status masih Siaga, radius 5 km wajib dihindari.
Frengky Aruan - Senin, 12 Oktober 2026
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Indonesia
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun dua kali pada Jumat malam (9/10) dengan jeda hanya 6 menit. Radius 2 km disterilkan!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Keluarga jurnalis yang hilang kontak melakukan tabur bunga di bibir Pantai Kampung Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Tim sempat menemukan sebuah terpal berwarna oranye, tetapi benda tersebut kemudian dipastikan bukan bagian dari barang milik korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Bagikan