MerahPutih.com - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menebar ancaman serius. Tiga kabupaten tercatat paling parah terdampak, yakni Pandeglang di Banten, serta Lampung Selatan dan Tanggamus di Lampung.
BNPB menegaskan kondisi ini harus diwaspadai karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Baca juga:
Mendikdasmen Minta Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terapkan PJJ
Tiga Kabupaten Paling Terdampak Abu Erupsi Anak Krakatau
Abu vulkanik erupsi Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. BNPB menyoroti wilayah Pandeglang, Lampung Selatan, dan Tanggamus menjadi titik paling berat terkena paparan abu vulkanik Anak Krakatau.

Kronologi 25 Jam Anak Krakatau Erupsi Tanpa Henti. Foto: PVMBG Badan Geologi ESDM
Kepada media, Senin (7/9), Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan pemantauan intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait.
Dalam hal ini termasuk Kementerian Kesehatan yang mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit,
kata Plt, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker, kacamata pelindung, dan segera membersihkan diri setelah kembali.
Warga juga diimbau lebih banyak beraktivitas di dalam rumah selama wilayahnya masih terpapar abu. Apabila mengalami gangguan pernapasan, masyarakat diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan.
Baca juga:
Kronologi 25 Jam Anak Krakatau Erupsi Tanpa Henti, Sebaran Abu Landa 5 Provinsi
Erupsi 25 Jam Tanpa Jeda Anak Krakatau
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat episode erupsi Anak Krakatau berlangsung selama 25 jam tanpa henti sejak Jumat 4 September 2026 pukul 23.07 WIB.
Erupsi tanpa jeda itu baru berhenti pada Minggu 6 September dini hari pukul 00.04 WIB. Meski berhenti, PVMBG masih mencatat erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi 30 detik. Fenomena ini diinterpretasikan sebagai penanda akhir dari episode panjang Anak Krakatau. (*)