3 Kabupaten Terparah Terkena Abu Erupsi Anak Krakatau, 1 di Banten 2 di Lampung

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
3 Kabupaten Terparah Terkena Abu Erupsi Anak Krakatau, 1 di Banten 2 di Lampung

Abu vulkanik Anak Krakatau. (Foto: MP/Angga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menebar ancaman serius. Tiga kabupaten tercatat paling parah terdampak, yakni Pandeglang di Banten, serta Lampung Selatan dan Tanggamus di Lampung.

BNPB menegaskan kondisi ini harus diwaspadai karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Baca juga:

Mendikdasmen Minta Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terapkan PJJ

Tiga Kabupaten Paling Terdampak Abu Erupsi Anak Krakatau

Abu vulkanik erupsi Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. BNPB menyoroti wilayah Pandeglang, Lampung Selatan, dan Tanggamus menjadi titik paling berat terkena paparan abu vulkanik Anak Krakatau.

Kronologi
Kronologi 25 Jam Anak Krakatau Erupsi Tanpa Henti. Foto: PVMBG Badan Geologi ESDM

Kepada media, Senin (7/9), Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan pemantauan intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait.

Dalam hal ini termasuk Kementerian Kesehatan yang mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit,

kata Plt, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker, kacamata pelindung, dan segera membersihkan diri setelah kembali.

Warga juga diimbau lebih banyak beraktivitas di dalam rumah selama wilayahnya masih terpapar abu. Apabila mengalami gangguan pernapasan, masyarakat diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

Baca juga:

Kronologi 25 Jam Anak Krakatau Erupsi Tanpa Henti, Sebaran Abu Landa 5 Provinsi

Erupsi 25 Jam Tanpa Jeda Anak Krakatau

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat episode erupsi Anak Krakatau berlangsung selama 25 jam tanpa henti sejak Jumat 4 September 2026 pukul 23.07 WIB.

Erupsi tanpa jeda itu baru berhenti pada Minggu 6 September dini hari pukul 00.04 WIB. Meski berhenti, PVMBG masih mencatat erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi 30 detik. Fenomena ini diinterpretasikan sebagai penanda akhir dari episode panjang Anak Krakatau. (*)

#Gunung Anak Krakatau #Erupsi #Abu Vulkanik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Badan Geologi mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Papandayan saat ini masih dipertahankan pada Level I (Normal).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Keluarga jurnalis yang hilang kontak melakukan tabur bunga di bibir Pantai Kampung Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Tim sempat menemukan sebuah terpal berwarna oranye, tetapi benda tersebut kemudian dipastikan bukan bagian dari barang milik korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Indonesia
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Operasi SAR hari kedelapan pencarian 5 jurnalis dan 3 ABK kapal Arupadhatu 1 di perairan Gunung Anak Krakatau masih nihil. Simak laporan lengkap Basarnas di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Indonesia
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Menjadi wadah bersatunya para insan pers dan masyarakat Solo guna mendoakan keselamatan seluruh korban yang hingga saat ini belum ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Bagikan