Merahputih.com- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan dua teknik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi persebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan OMC dilakukan untuk menstimulasi hujan di wilayah yang terdampak abu vulkanik. Satu armada udara telah disiagakan di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, untuk mendukung operasi tersebut.
Langkah tersebut dilakukan setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Minggu (6/9) dini hari. OMC diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi abu vulkanik di udara sehingga dampaknya terhadap aktivitas masyarakat dan perhubungan dapat ditekan.
Baca juga:
Jangan Asal Disapu! Abu Vulkanik Bisa Rusak Rumah, Ini Cara Membersihkannya
Manfaatkan Awan Hujan
BNPB memanfaatkan awan hujan yang sudah tersedia melakukan praktik OMC. Teknik andalan pertama ini, bekerja dengan pesawat yang akan melakukan penyemaian awan untuk merangsang terbentuknya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Hujan diharapkan dapat membawa partikel abu vulkanik yang berada di atmosfer turun ke permukaan tanah sehingga konsentrasi abu di udara berkurang. Namun, pelaksanaan teknik tersebut bergantung pada ketersediaan awan yang memenuhi kondisi untuk dilakukan penyemaian.
Gunakan Water Mist Jika Tak Ada Awan
Jika tidak ditemukan pertumbuhan awan hujan, BNPB menyiapkan teknik kedua, yakni water mist. Metode ini dilakukan dengan menyemprotkan air yang diubah menjadi butiran sangat halus seperti kabut atau titik-titik air. Teknik tersebut ditujukan untuk membantu mengurai atau menurunkan partikel abu vulkanik yang berada di udara.
Untuk DKI Jakarta, Banten dan Lampung, apabila tidak ada pertumbuhan awan hujan, kami dengan BMKG juga sepakat untuk menggunakan metode water mist, yaitu untuk mengurai partikel abu yang berbahaya,
ungkap Suharyanto.
BNPB juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan dukungan pelaksanaan OMC, termasuk kemungkinan melalui Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta atau Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat.
Saat ini, BNPB dan BMKG terus memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan persebaran abu vulkanik di wilayah terdampak. Pemerintah juga bersiaga untuk menangani dampak erupsi terhadap masyarakat.
Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan hari ini sampai nanti malam, ini bisa membantu untuk mencapai atau mewujudkan kondisi daerah, kondisi cuaca yang lebih baik lagi,
ujar Suharyanto. (Tka)