MerahPutih.com - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mencatatkan episode erupsi dramatis. Selama 25 jam penuh erupsi tanpa henti, gunung api legendaris itu memuntahkan erupsi menerus yang mengguncang atmosfer dan menebarkan abu vulkanik hingga melanda lima provinsi.
Dalam rilis yang dikutip Senin (7/9), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat abu vulkanik erupsi terpantau menyebar di atmosfer ke provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
Baca juga:
Mendikdasmen Minta Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terapkan PJJ
Episode Erupsi 25 Jam
Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati, menyatakan episode erupsi Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam.
Menurut dia, episode gempa erupsi menerus tercatat sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB dan baru berhenti pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Brhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB,
Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati
Meski berhenti, PVMBG masih mencatat erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi 30 detik. Fenomena ini diinterpretasikan sebagai penanda akhir dari episode panjang Anak Krakatau.
Baca juga:
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Visual & Instrumen Vulkanik
Selama periode pengamatan 5-6 September 2026, kondisi visual Gunung Anak Krakatau terpantau jelas meskipun sesekali tertutup kabut.
Berdasarkan pengamatan CCTV, kolom erupsi berwarna merah terlihat mendominasi pada malam hari, sementara pada siang hari terlihat kepulan berwarna kehitaman membumbung ke udara.
Dari sisi pemantauan instrumental, energi aktivitas vulkanik yang diukur melalui rerata amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) mengalami peningkatan pada 5 September 2026, tetapi trennya menurun sehari kemudian.
Data Tiltmeter Stasiun Tanjung masih menunjukkan kecenderungan inflasi sejak awal Agustus 2026, sedangkan Stasiun Lava93 mencatat pola yang relatif mendatar atau konstan.
PVMBG menegaskan meski episode menerus berakhir, potensi letusan susulan masih tinggi dengan ancaman lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga aliran lava.
Baca juga:
Tabel Kronologi Erupsi Anak Krakatau
| Waktu & Tanggal | Aktivitas | Durasi | Catatan |
|---|---|---|---|
| 4 Sept 2026, 23.07 WIB | Awal erupsi menerus | Berlangsung 25 jam | RSAM meningkat |
| 6 Sept 2026, 00.04 WIB | Episode berhenti | - | Visual jelas, sesekali kabut |
| 6 Sept 2026, 03.53 WIB | Erupsi Strombolian | 30 detik | Penanda akhir episode |
Informasi terkini erupsi Anak Krakatau dapat dipantau melalui saluran resmi PVMBG Badan Geologi, aplikasi Magma Indonesia dan situs web resmi Badan Geologi. Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung. (*)