MerahPutih.com - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendukung wacana Presiden Prabowo Subianto untuk mengintegrasikan Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurut Lasarus, integrasi kedua lembaga dapat membuat koordinasi pemerintah dalam pemantauan dan penanganan bencana menjadi lebih efektif.
"Ya, kami prinsipnya mendukung ya, karena sifat koordinasi yang paling nyaman di pemerintah tuh seperti apa. Memang kalau menurut kami sih kalau mau mempersedikit badan, ada baiknya sih dari sisi efisiensi juga. Karena koordinasi juga jadi lebih mudah," kata Lasarus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).
Baca juga:
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Fungsi Badan Geologi dan BMKG Dinilai Saling Mendukung
Lasarus menilai Badan Geologi dan BMKG memiliki sejumlah fungsi yang dapat saling mendukung, terutama dalam pemantauan aktivitas gunung berapi dan dampak bencana.
Badan Geologi selama ini mengamati aktivitas gunung berapi. Sementara BMKG memiliki instrumen, peralatan, serta sumber daya manusia yang juga berkaitan dengan bidang geologi.
Geologi mengamati tentang aktivitas gunung berapi, kemudian nanti dampak dari letusan itu kan BMKG juga punya instrumen, peralatan dan seterusnya, sumber daya manusia yang terkait dengan geologi juga ada di BMKG,
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus.
Menurut dia, penyatuan kedua lembaga berpotensi mempercepat komunikasi sekaligus membuat penggunaan sumber daya lebih efisien.
"Memang kalau menurut saya sih saya setuju kalau itu digabungin. Ya, itu lebih efektif kalau menurut saya dan juga lebih efisien dari sisi komunikasi," katanya.
Integrasi Membutuhkan Penyesuaian Administratif
Lasarus mengakui pengintegrasian Badan Geologi yang saat ini berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membutuhkan penyesuaian administratif.
Namun, dia menilai persoalan tersebut merupakan ranah pemerintah dan bukan hambatan utama jika tujuan integrasi difokuskan untuk memperkuat penanganan bencana.
"Ya tergantung pemerintah. Itu kan masalah administratif sebetulnya. Ini lebih kepada administratif dan kemudian koordinasi di pemerintah," ujarnya.
Baca juga:
Beda dengan Badan Geologi, BMKG: Dentuman Bandung Bukan Suara Erupsi Anak Krakatau
Ia menilai keberadaan sejumlah peralatan BMKG yang juga digunakan Badan Geologi untuk memperoleh data geologi menjadi salah satu pertimbangan integrasi.
Menurut Lasarus, hal yang perlu diperhatikan terutama menyangkut persoalan personel dan administrasi kenegaraan.
"Kalau fokusnya ke bencana, menurut saya ya memang jauh lebih efektif barang itu ada bersama BMKG," katanya.
Lasarus pun menegaskan dukungannya terhadap gagasan tersebut.
"Oh iya. Oke, kalau menurut saya oke tuh. Ide yang baguslah, ya kita dukung," pungkasnya. (Pon)