MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi iklim ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia saat ini berada dalam periode puncak musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah oleh ancaman fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat.
"Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang dalam periode puncak musim kemarau. Kami perkirakan puncak musim kemarau terjadi pada periode Agustus hingga September 2026 ini," ujar Fachri Radjab, Senin (7/9).
Baca juga:
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
El Nino Perparah Musim Kemarau
Fachri menjelaskan, kondisi musim kemarau tahun ini menjadi lebih signifikan karena dipengaruhi fenomena iklim global yang aktif secara bersamaan.
Musim kemarau kita tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino kita perkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027,
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab.
Musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan El Nino tersebut meningkatkan risiko berkurangnya curah hujan dan memperpanjang kondisi kering di sejumlah wilayah Indonesia.
Situasi ini berpotensi memberikan dampak langsung terhadap ketersediaan air bersih. Selain itu, kondisi kering juga dapat mengganggu produksi pangan di sektor pertanian serta meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga:
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
Musim Hujan Diprediksi Mulai Oktober
BMKG memprediksi peralihan menuju musim penghujan baru akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
"Peralihan ke musim penghujan, kami prediksi akan berlangsung pada pertengahan Oktober hingga akhir November 2026 ini," tambah Fachri.
Dengan kondisi tersebut, BMKG meminta seluruh pihak tetap mengantisipasi dampak musim kemarau dan El Nino, terutama di wilayah yang memiliki risiko kekeringan lebih tinggi.
Baca juga:
El Nino Bakal Bertahan Hingga Februari 2027, Warga Rasakan Kekeringan dan Panas Ekstrem
Sebagai langkah antisipasi, BMKG terus memantau perkembangan dinamika atmosfer secara ketat. Data dan informasi iklim terkini juga terus didiseminasikan kepada kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.
Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pijakan untuk memastikan ketersediaan air pasokan, mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian, serta memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. (Asp)