BMKG Gelar OMC, Hujan Buatan Siap Sapu Bersih Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
BMKG Gelar OMC, Hujan Buatan Siap Sapu Bersih Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari

Ilustrasi: modifikasi cuaca di Jabodetabek. Foto: Dok. BNPB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ancaman debu vulkanik Anak Krakatau akibat erupsi belakangan ini akhirnya segera ditangani lewat operasi modifikasi cuaca BMKG.

Langkah taktis ini ditargetkan mampu menyapu bersih partikel abu di udara hanya dalam waktu satu hingga dua hari, sehingga kualitas udara kembali aman.

Solusi cepat tanggap ini jelas menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama untuk meminimalisir dampak lanjutan dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca juga:

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ikan Kabur, Nelayan Pandeglang Terpaksa Gantung Jaring

Mengatasi sisa erupsi Gunung Anak Krakatau memang butuh strategi khusus, bukan sekadar duduk manis menunggu hujan turun secara alami.

Oleh karena itu, tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung memutar otak dan menyiapkan skenario operasi udara skala besar.

Tak main-main, armada pesawat khusus bahkan didatangkan langsung dari Kalimantan untuk bersiaga di posko Kertajati dan Semarang, demi mencegah paparan abu menyelimuti wilayah yang lebih luas, termasuk Jakarta.

Dua Jurus Andalan BMKG Turunkan Abu Vulkanik

Ilustrasi:

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa timnya tidak hanya mengandalkan satu cara. Ada dua metode penanganan yang sangat adaptif, tergantung kondisi awan di atas langit.

Dengan adanya dua metode ini, harapannya dalam 1-2 hari ke depan, ini soal debu vulkanik Gunung Anak Krakatau bisa kita selesaikan dengan catatan tidak ada letusan-letusan baru yang menyemprotkan,

ungkap Seto.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja pesawat-pesawat ini membersihkan langit? Berikut adalah dua skenario yang dijalankan:

  • Skenario Langit Cerah (Tanpa Awan): Jika tidak ada awan yang bisa disemai, pesawat akan menyemprotkan campuran air dan surfaktan langsung ke atmosfer.

    “Karena yang kita semprotkan ini adalah air plus surfaktan. Jadi adalah wadah tertentu yang mampu mengikat debu, sehingga dia akan jatuh,” jelas Seto.

  • Skenario Langit Berawan: Jika kondisi memungkinkan dan awan sudah terbentuk, amunisinya diganti menjadi bahan semai (hujan buatan).

    “Nah, nanti kalau sudah ada awan tumbuh, bahannya kita ganti menjadi air, tapi kita campur dengan bahan semai. Dia akan mengaktivasi awan jadi menjatuh,” tambahnya.

Meski strateginya sudah matang, Seto memberi catatan penting. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada aktivitas gunung itu sendiri.

Jika ada letusan susulan yang kembali memuntahkan material vulkanik, otomatis pekerjaan bersih-bersih langit ini akan bertambah berat.

Tantangan Ganda: Melawan Debu Sekaligus Puncak El Nino

Selain berjibaku melawan abu vulkanik, BMKG saat ini juga sedang menghadapi PR besar lainnya, yakni fase puncak kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino super kuat. Kondisi cuaca yang serba kering ini membuat partikel debu lebih mudah beterbangan dan susah hilang.

Baca juga:

Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun

Kabar baiknya, masa-masa krisis kekeringan ini diprediksi segera berakhir seiring dengan datangnya musim penghujan.

“Jadi paling berat memang sampai dengan akhir September. Kemudian perlahan-lahan eskalasi ini akan melemah dimulai dengan bulan Oktober,” tutup Seto.

Masuk bulan November nanti, musim kemarau diproyeksikan sudah benar-benar angkat kaki dari sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga masalah kekeringan ekstrem dan kualitas udara lambat laun akan kembali normal.

#Modifikasi Cuaca #Operasi Modifikasi Cuaca #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Hari Ini, Hujan Petir hingga Gelombang 4 Meter
BMKG memperkirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan, bahkan beberapa wilayah diprakirakan mengalami hujan lebat disertai petir pada Senin, 28 September.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Hari Ini, Hujan Petir hingga Gelombang 4 Meter
Indonesia
Awas Angin Kencang! Cek Potensi Hujan & Prakiraan Cuaca Indonesia 25-28 September 2026
Mau bepergian minggu ini? Cek dulu prakiraan cuaca Indonesia dan potensi hujan sepekan periode 25-28 September 2026. Hati-hati ada ancaman angin kencang!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
Awas Angin Kencang! Cek Potensi Hujan & Prakiraan Cuaca Indonesia 25-28 September 2026
Indonesia
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Arus di sekitar perairan Selat Sunda barat Pandeglang mengarah ke barat.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Indonesia
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
BMKG mencatat lebih dari 61 persen wilayah Indonesia masih kemarau. Bantul mengalami 131 hari tanpa hujan, musim hujan diprediksi mulai November-Desember 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
Indonesia
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November-Desember 2026. Awalnya tak serentak dan sejumlah daerah diprediksi terlambat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Indonesia
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Bandung diguncang gempa Bumi M2,8 pada Senin (21/9) pagi. BMKG pun mengungkap penyebabnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Berita
Cuaca Besok 21 September 2026: BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Hujan
Prakiraan cuaca besok 21 September 2026 menurut BMKG. Cek wilayah yang berpotensi hujan sedang-lebat dan angin kencang, termasuk Jakarta.
ImanK - Minggu, 20 September 2026
Cuaca Besok 21 September 2026: BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Hujan
Bagikan