Erupsi Anak Krakatau Berakhir, Pemerintah Imbau Warga Pulau Sebesi Tetap Waspada

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Erupsi Anak Krakatau Berakhir, Pemerintah Imbau Warga Pulau Sebesi Tetap Waspada

Anak Krakatau sempat erupsi tanpa henti. (Foto: PVMBG Badan Geologi ESDM)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Meski fase erupsi menerus selama 25 jam telah berakhir, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau diimbau untuk tetap waspada dan tidak terpancing informasi yang tidak terverifikasi di media sosial.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhamad Hidayat mengatakan, Selasa (8/9), aktivitas masyarakat di Pulau Sebesi tetap berjalan normal setelah erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September lalu.

Pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB saya berada di Pulau Sebesi melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Canti. Tepat di samping kami adalah lokasi Gunung Anak Krakatau,

Tenaga Ahli Bakom RI, Muhamad Hidayat.

Aktivitas Penyeberangan Warga Tetap Normal

Hidayat mengatakan, tim sebelumnya juga melakukan pemantauan pada Senin malam dari Pulau Sebesi untuk melihat langsung perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.

“Di mana pulau ini merupakan pulau yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau, sekitar kurang lebih 20 kilometer,” katanya.

Baca juga:

OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berlangsung normal. Warga masih melakukan perjalanan dari Pulau Sebesi menuju Pelabuhan Canti maupun sebaliknya.

“Saat ini bisa dilihat aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berjalan normal,” ujarnya.

Meski aktivitas warga berjalan seperti biasa, Hidayat tetap mengimbau masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

“Tetap menjaga kewaspadaan, itu tetap diimbau oleh pemerintah desa dan daerah,” kata Hidayat.

Warga Diminta Tak Terpengaruh Informasi Hoaks

Hidayat juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.

Hindari berita-berita hoaks atau disinformasi. Cek kembali informasi di kanal-kanal resmi pemerintah seperti Badan Geologi, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah setempat,

Tenaga Ahli Bakom RI, Muhamad Hidayat.

Menurut Hidayat, informasi yang bersumber dari lembaga resmi harus menjadi rujukan masyarakat agar tidak muncul kepanikan akibat kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ia berharap kondisi Gunung Anak Krakatau terus membaik dan masyarakat tetap terlindungi.

“Kita harapkan, kita doakan, semoga Gunung Anak Krakatau kondusif dan kita selalu dalam lindungan Tuhan,” tutupnya. (Pon)

#Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Ba #Erupsi Anak Krakatau #Gunung Anak Krakatau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Konten Berita Jadi Bagian Ekosistem AI, Media Bisa Bagi Hasil dengan Google dan Meta
Pemerintah mendorong skema bagi untung bagi media Indonesia atas pemanfaatan konten berita oleh Google dan Meta.
Soffi Amira - Jumat, 23 Oktober 2026
Konten Berita Jadi Bagian Ekosistem AI, Media Bisa Bagi Hasil dengan Google dan Meta
Indonesia
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Gunung Anak Krakatau erupsi 31 kali pada 5-9 Oktober 2026, dengan 26 letusan dalam sehari. Status masih Siaga, radius 5 km wajib dihindari.
Frengky Aruan - Senin, 12 Oktober 2026
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Indonesia
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun dua kali pada Jumat malam (9/10) dengan jeda hanya 6 menit. Radius 2 km disterilkan!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Keluarga jurnalis yang hilang kontak melakukan tabur bunga di bibir Pantai Kampung Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Tim sempat menemukan sebuah terpal berwarna oranye, tetapi benda tersebut kemudian dipastikan bukan bagian dari barang milik korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Bagikan