MerahPutih.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mengancam kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Kondisi tersebut membuat masyarakat berbondong-bondong membeli masker untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik. Namun, meningkatnya permintaan masker juga diikuti keluhan mengenai harga yang dijual lebih mahal oleh sejumlah pedagang.
Baca juga:
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Pramono Minta Pedagang Tak Manfaatkan Situasi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta para pedagang tidak memanfaatkan situasi bencana untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Pramono menegaskan, Senin (7/9), masker merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat diperlukan untuk memberikan perlindungan dari bahaya sebaran abu vulkanik.
Hal yang berkaitan dengan masker, saya minta untuk tidak inilah, ini kan menjadi kebutuhan publik, kebutuhan bersama. Jangan dipermainkan (harga),
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Pemprov DKI Bagikan Masker Gratis
Selain mengimbau pedagang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengambil langkah untuk membantu masyarakat menghadapi sebaran abu vulkanik.
Pramono mengatakan, Pemprov DKI mendistribusikan masker secara gratis kepada masyarakat di berbagai area publik.
Baca juga:
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan perlindungan, khususnya mereka yang membutuhkan masker.
"Tetapi Pemerintah DKI Jakarta tetap akan melakukan pembagian masker di tempat-tempat umum untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya. (Asp)