Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya

Anak Krakatau sempat erupsi tanpa henti. (Foto: PVMBG Badan Geologi ESDM)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ABU vulkanis Gunung Anak Krakatau tidak selalu bergerak menuju wilayah Lampung dan Banten. Perubahan arah dan kecepatan angin pada lapisan atmosfer berbeda dapat mendorong abu bergerak ke barat daya, melintasi Selat Sunda hingga berpotensi mengarah semakin jauh ke Samudra Hindia. Kondisi tersebut terpantau dalam analisis citra satelit Himawari-9 yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (9/9) siang.

Pada lapisan atmosfer dari permukaan hingga ketinggian sekitar 5.000 kaki atau 1,5 kilometer, abu vulkanis terpantau bergerak ke arah barat daya. Sebaran abu pada lapisan rendah tersebut mencakup sebagian wilayah Selat Sunda bagian barat, termasuk kawasan Pandeglang, Banten. Dengan pola angin tersebut, abu cenderung bergerak menjauh dari wilayah Lampung.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Pada ketinggian sekitar 7.000 kaki atau 2,1 kilometer, abu masih terpantau bergerak ke arah barat laut dan mencakup sebagian wilayah Teluk Lampung.

Prakirawan BMKG Radin Inten Lampung, Yoyok Dewantoro, menjelaskan arah pergerakan abu vulkanis sangat bergantung pada kondisi angin di setiap lapisan atmosfer. “Untuk kondisi siang ini, berdasarkan analisis citra satelit, sebaran abu vulkanis lebih mengarah ke barat daya sehingga cenderung menjauh dari wilayah Lampung,” ujar Yoyok kepada wartawan, dikutip Kamis (10/9).

Baca juga:

Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang


Menurut Yoyok, arah sebaran abu dapat berubah karena pola angin tidak selalu sama pada setiap ketinggian. “Perubahan arah sebaran ini sangat bergantung pada pola dan kecepatan angin. Jadi masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi terbaru karena arah sebaran abu dapat berubah sewaktu-waktu,” jelasnya.


Perbedaan arah angin tersebut membuat abu vulkanis dari satu gunung dapat memiliki jalur sebaran yang berbeda pada ketinggian tertentu. Dalam kondisi angin yang membawa massa udara ke arah barat daya, abu yang berada di lapisan atmosfer tersebut dapat terdorong melintasi Selat Sunda menuju wilayah Banten.


Jika pola angin berlanjut ke arah yang sama, jalur sebaran abu dapat bergerak semakin jauh ke perairan selatan dan berpotensi menuju Samudra Hindia. Itu berarti perubahan arah angin menjadi faktor penting dalam menentukan wilayah mana yang berpotensi dilintasi abu vulkanis.


Sebaran abu vulkanis yang melintas di suatu wilayah juga dapat memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang, terutama apabila konsentrasi abu cukup tinggi. Karena itu, wilayah yang pada satu waktu tidak berada di jalur sebaran abu belum tentu sepenuhnya terbebas dari potensi terdampak. Perubahan pola angin dapat kembali menggeser jalur sebaran. BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kondisi langit yang terlihat secara kasatmata.

Pemantauan menggunakan citra satelit dan analisis meteorologi diperlukan untuk mengetahui arah pergerakan abu secara lebih akurat.

“Jadi masyarakat tetap perlu memantau informasi terbaru dari BMKG dan PVMBG,” kata Yoyok.(knu)

Baca juga:

Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai 7 September Imbas Sebaran Abu Vulkanis Anak Krakatau

#Krakatau #Erupsi #Gunung Anak Krakatau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Perubahan arah dan kecepatan angin pada lapisan atmosfer berbeda dapat mendorong abu bergerak ke barat daya.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Berita Foto
Doa Bersama Keselamatan 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Sejumlah wartawan dari berbagai organisasi bersama Polres serta Pemkot Depok menggelar doa bersama di Depok Open Space, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 10 September 2026
Doa Bersama Keselamatan 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Berita
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Anak Krakatau, Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
TNI-AL Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang di Perairan Anyer
Dispenal menyebut TNI-AL bersama tim SAR gabungan masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap temuan tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
TNI-AL Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang di Perairan Anyer
Indonesia
Helikopter dan Drone Dikerahkan Mencari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Perairan Gunung Anak Krakatau
perluasan penyisiran ini dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan mengingat dinamika aktivitas vulkanik serta cuaca di sekitar perairan tersebut masih dalam kondisi siaga.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Helikopter dan Drone Dikerahkan Mencari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Perairan Gunung Anak Krakatau
Indonesia
5 Jurnalis Masih Hilang Kontak di Selat Sunda, Polri dan Basarnas Maksimalkan Pencarian
Lima jurnalis masih belum ditemukan. Polri dan Basarnas memperluas pencarian ke Selat Sunda.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
5 Jurnalis Masih Hilang Kontak di Selat Sunda, Polri dan Basarnas Maksimalkan Pencarian
Indonesia
Tim SAR Peluas Lagi Pencarian Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau, Pergerakan Arus dan Angin Jadi Patokan
Tim mengupayakan pencarian dimulai sekitar pukul 07.00 WIB ketika kondisi laut relatif lebih tenang dan jarak pandang masih mendukung.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Tim SAR Peluas Lagi Pencarian Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau, Pergerakan Arus dan Angin Jadi Patokan
Indonesia
Komisi I DPR Minta Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau Dioptimalkan
Prioritas utama yakni menemukan seluruh korban secepat mungkin dalam keadaan selamat.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Komisi I DPR Minta Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau Dioptimalkan
Indonesia
Tim SAR Bentuk 4 Regu Pencarian 8 Orang Hilang Kontak Termasuk 5 Jurnalis di Sekitar Anak Krakatau
Operasi penyelamatan ini melibatkan personel gabungan dari Kantor SAR Banten, Unit SAR Pandeglang, Kantor SAR Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, serta nelayan setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Tim SAR Bentuk 4 Regu Pencarian 8 Orang Hilang Kontak Termasuk 5 Jurnalis di Sekitar Anak Krakatau
Indonesia
5 Jurnalis Hilang Kontak saat Meliput Gunung Anak Krakatau, Pencarian Dilanjutkan Rabu (9/9)
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Pandeglang, Basarnas Banten, Posal Labuhan, serta jajaran Polsek dan Polres Pandeglang.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
5 Jurnalis Hilang Kontak saat Meliput Gunung Anak Krakatau, Pencarian Dilanjutkan Rabu (9/9)
Bagikan