MerahPutih.com - Indonesia kembali diguncang angka bencana yang mencengangkan tahun ini. Sejak Januari hingga 7 September 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.730 kejadian bencana alam melanda seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Baca juga:
Prabowo Salat Id di Aceh agar Dekat dengan Korban Bencana Alam
Dampaknya, ratusan ribu rumah warga rusak, fasilitas publik lumpuh, dan masyarakat harus menghadapi kerawanan bencana tingkat sedang hingga tinggi.
Dari kompilasi data BNPB sampai dengan tanggal 7 September 2026, terjadi 1.730 kali kejadian bencana, yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi serta bencana geologi,
Sekretaris Utama BNPB Rustian dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/9).

Petugas Manggala Agni Daops Bukit Tempurung memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Pandan Sejahtera, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026). Hingga Selasa (25/8)
Hidrometeorologi Mendominasi, Gempa dan Erupsi Ikut Mengguncang
BNPB merinci bencana hidrometeorologi mencatatkan angka tertinggi:
-
Karhutla: 627 kali
-
Banjir: 543 kali
-
Cuaca ekstrem: 324 kali
-
Tanah longsor: 105 kali
-
Kekeringan: 101 kali
-
Gelombang pasang/abrasi: 14 kali
Untuk bencana geologi mencatat 13 kali gempa bumi dan 3 kali erupsi gunung api.

Warga beristirahat di tenda posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc/aa.
Dampak Kerusakan Fisik: Rumah dan Fasilitas Publik
Ribuan bencana yang menimpa Indonesia sejak awal tahun itu mengakibatkan kerusakan besar:
-
111.533 unit rumah terdampak
-
29.143 rusak berat
-
24.521 rusak sedang
-
57.869 rusak ringan
-
-
2.361 fasilitas pendidikan rusak
-
867 rumah ibadah terdampak
-
230 fasilitas kesehatan rusak
-
751 perkantoran rusak
-
92 jembatan terputus
Baca juga:
BNPB Ungkap 7.377 Titik Panas di Kalimantan Barat, Karhutla Makin Mengkhawatirkan
Pemerintah Siapkan Anggaran Pemulihan
BNPB memastikan percepatan penanganan darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi terus berjalan melalui pengerahan sumber daya nasional dan pendampingan pemerintah daerah.
Untuk tahun anggaran 2027, pemerintah telah menyetujui pagu awal BNPB sebesar Rp1,12 triliun. Dilansir Antara, angka itu sudah termasuk alokasi khusus percepatan pemulihan pascabencana senilai Rp 126,24 miliar tiga provinsi di Sumatra: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. (*)