Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan. (Foto: Dok. BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebaran abu vulkanik pascaerupsi Gunung Anak Krakatau saat ini cenderung bergerak ke arah Laut Hindia.

Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah, termasuk Lampung, Banten, Jawa Barat hingga DKI Jakarta, kini lebih kondusif dari sebaran abu vulkanik.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan, arah sebaran abu mengikuti pergerakan angin yang saat ini bergerak ke barat. Berdasarkan analisis citra satelit, kecepatan angin di sekitar Gunung Anak Krakatau mencapai 15 knot.

"Kalau kita lihat signifikan meteorologisnya, bahwa saat ini abu vulkanik tersebut lebih cenderung mengarah ke Laut Hindia," ujar Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/9).

Dari informasi tersebut, kita dapat tahu bahwa sekarang ini keadaan di Lampung dan Jawa Barat maupun Banten, DKI termasuk di dalamnya, lebih kondusif dari abu vulkanik,

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Gunung Anak Krakatau Masih Level III Siaga

Meski kondisi sebaran abu sudah lebih kondusif, Berton mengingatkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Karena itu, masyarakat maupun wisatawan tetap dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Sejalan dengan penanganan dampak erupsi, BNPB terus melakukan operasi untuk menangani abu vulkanik dan polutan di udara.

Pada Senin (7/9), BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) melalui metode cloud seeding atau penyemaian awan.

Baca juga:

OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Operasi tersebut dilakukan dengan menyemai awan yang berpotensi menghasilkan hujan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Dalam operasi itu, BNPB menggunakan pesawat untuk menyebarkan sekitar 650 liter air yang dicampur dengan 350 kilogram kalsium klorida (CaCl2).

"Dilakukan penyemprotan air yang bercampur dengan kalsium klorida yang ditujukan pada awan yang berpotensi terjadi hujan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah," katanya.

Baca juga:

Sebaran PM10 Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta Membaik Usai Operasi Water Mist

Water Mist Digunakan untuk Tangkap Polutan

Sementara pada Selasa (8/9), BNPB kembali melakukan operasi modifikasi cuaca, kali ini menggunakan metode water mist.

Metode tersebut dilakukan dengan menyemprotkan air yang dicampur surfaktan untuk membantu menangkap lapisan polutan di udara.

Dalam operasi tersebut, BNPB menggunakan sekitar 2.000 liter air yang dicampur dengan surfaktan.

"Semaian bahan yang disampaikan itu adalah 2.000 liter air ditambah dengan surfaktan," pungkasnya. (Pon)

#Abu Vulkanik #Erupsi Anak Krakatau #BNPB #Operasi Modifikasi Cuaca
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Sejak Agustus 2026, sebanyak 64 pesawat telah dilibatkan dalam operasi pemadaman melalui metode water bombing.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Indonesia
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
BNPB merencanakan operasi water bombing karhutla pada 18 September 2026 di enam provinsi Sumatra dan Kalimantan. Simak daftar lokasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjalankan empat strategi utama sebagai antisipasi terhadap kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Indonesia
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Wisata Bromo tutup total gara-gara kebakaran hutan (karhutla) Jatim yang masih berlanjut. Cek update kondisi terkini titik api di Bromo, Semeru, dan Argopuro di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Indonesia
Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini
Abu vulkanis Gunung Anak Krakatau dapat mengganggu jarak pandang dan membuat jalan licin. Simak 6 tips aman berkendara motor saat terjadi paparan abu.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 12 September 2026
Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Kemenhub mengerahkan kapal patroli membantu pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Bagikan