Merahputih.com - Ancaman karhutla Jawa Tengah dan tebalnya abu vulkanik memaksa pemerintah gerak cepat lewat Operasi Modifikasi Cuaca BNPB.
Strategi memicu hujan buatan ini langsung menjawab keresahan warga untuk memadamkan titik api dan membersihkan polusi udara secara masif.
Baca juga:
Prabowo Minta Korporasi Pelaku Karhutla Diusut: Kalau Perlu Semua Izinnya Dicabut
Langkah teknis ini dieksekusi agar sebaran bencana tidak meluas, sekaligus sukses menekan risiko penyakit pernapasan (ISPA) akibat buruknya kualitas udara.
Keputusan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca BNPB ini jelas nggak main-main, mengingat rentetan kebakaran lahan baru saja ngamuk di berbagai wilayah hingga Minggu (6/9). Data lapangan mencatat titik api sempat membakar habis belasan hektare lahan, bikin tim gabungan harus berjibaku melakukan pemadaman karhutla.
Walau api sudah jinak dan bersyukurnya tidak ada korban jiwa, kondisi tanah yang super kering bikin potensi kebakaran susulan masih terus menghantui. Sehingga, jurus hujan buatan jadi solusi paling masuk akal buat mengunci kelembapan alam saat ini.
Rekam Jejak Karhutla Jateng: Kenapa Hujan Buatan Sangat Mendesak?
Sebelum pesawat penyemai awan mengudara, tim darat sudah lebih dulu mandi keringat memadamkan api di tiga wilayah utama.
Buat gambaran, ini dia rincian lahan yang sempat gosong dilalap jago merah akhir pekan kemarin:
-
Kabupaten Klaten: Api melahap 2 hektare lahan di Bukit Talang, Bayat. Mulai nyala jam 14.20 WIB, untungnya beres dipadamkan sore harinya.
-
Kabupaten Sragen: Giliran 4 hektare lahan di Desa Bentak, Kalijambe yang hangus terbakar pada sore hari, sebelum akhirnya ditaklukkan oleh kolaborasi BPBD, TNI, Polri, dan relawan.
-
Kabupaten Banyumas: Paling luas nih, api menjalar sampai 6,05 hektare melintasi tiga desa (Gunung Wetan, Wlahar, dan Kalisube). Berkat kerja keras tim dan warga, api berhasil dijinakkan total siang harinya.
Gimana Cara Kerja "Jurus Langit" Ini?

Melihat kondisi yang rawan ini, BNPB langsung menyulap Lanud Ahmad Yani di Semarang jadi markas komando Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Berkolaborasi erat dengan BMKG dan BPBD Provinsi Jawa Tengah, pergerakan awan dan titik sebaran abu vulkanik dipantau ketat secara real-time.
"Operasi intervensi cuaca ini adalah bentuk kolaborasi lintas instansi untuk memitigasi dampak Karhutla dan abu vulkanik. Kami menerbangkan pesawat Cessna PK-SNH membawa 1.000 liter bahan semai Kalsium Klorida (CaCl2) langsung ke jantung awan," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.
Pada misi penerbangan Sorti 1 hari Senin (7/9), Tim Flight Scientist menargetkan kawasan langit pesisir Cilacap, Banyumas, dan Brebes.
Bahan semai disemprotkan ke awan Cumulus pada ketinggian 9.000 kaki. Harapannya, partikel kimia ini berfungsi sebagai Cloud Condensation Nuclei (CCN) alias "lem" perekat uap air.
Makin banyak uap air yang nempel, makin cepat mereka menggumpal, berat, dan boom... turunlah hujan! Hujan inilah yang bertugas membilas sisa abu vulkanik di udara sekaligus mengunci kelembapan area gambut.
Strategi Cadangan: Watermist Pencuci Udara
Nggak cuma ngandelin hujan buatan dari awan, BNPB juga nyiapin jurus watermist (kabut air) yang dicampur surfaktan.
Baca juga:
BNPB Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalimantan, 30 Helikopter Disiagakan
Beda sama penyemaian awan yang bikin hujan, watermist ini ibarat shower raksasa di udara. Kabut air ini bakal mengikat langsung debu-debu vulkanik yang melayang-layang biar jadi berat dan langsung rontok ke bumi, bikin udara yang kita hirup kembali bersih.
Lewat kombinasi dua strategi keren ini, langit Jawa Tengah dijamin bakal lebih aman. Tapi ingat, masyarakat tetap diimbau buat stay safe, jangan panik, dan pastikan masker selalu dipakai sesuai arahan BPBD setempat!