Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan

Banjir Bandang Terjang Nepal.(foto: Instagram @trendand.truth)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — NEPAL yang diliputi duka memasuki hari terakhir masa berkabung tradisional Hindu pada Senin (7/9). Masa berkabung digelar untuk mengenang ratusan orang yang tewas dalam banjir dahsyat di sepanjang perbatasan Nepal dengan China. Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian setelah dalam beberapa hari terakhir tim penyelamat melakukan empat penyelamatan yang disebut sebagai mukjizat.

“Kantor-kantor pemerintah di negara berpenduduk sekitar 30 juta jiwa yang mayoritas beragama Hindu itu, serta perwakilan Nepal di luar negeri, akan mengibarkan bendera nasional setengah tiang untuk menandai hari ke-13 setelah kematian,” kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan.

Hari tersebut dianggap sebagai hari terakhir masa berkabung bagi umat Hindu. Peringatan biasanya dilakukan melalui berbagai ritual serta pemberian persembahan makanan.

Pada 26 Agustus, dinding raksasa yang terdiri dari lumpur dan bebatuan runtuh ke sungai di wilayah perbatasan Himalaya antara Nepal dan Tibet, China. Bencana tersebut dipicu pecahnya gletser, yang kemudian menghanyutkan kota-kota dan desa-desa serta menimbun jalan dan jalur utama dengan lumpur dan puing-puing.

Sedikitnya 1.380 orang tewas akibat longsoran lumpur tersebut, dengan lebih daripada 5.500 orang masih hilang.

Baca juga:

5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis



Dalam beberapa hari terakhir, tim pencarian di Nepal telah menyelamatkan empat orang, termasuk seorang warga negara China yang ditemukan dari dalam sebuah terowongan pada Sabtu. Dua korban lainnya, yang merupakan pekerja pembangkit listrik tenaga air, diselamatkan dari terowongan lain pada Jumat. Sementara itu, seorang perempuan Nepal dikeluarkan dari rumahnya yang tertimbun pada Sabtu.

Operasi penyelamatan di Nepal kini difokuskan pada sejumlah pembangkit listrik tenaga air di wilayah tersebut. Juru bicara Angkatan Darat Nepal, Raja Ram Basnet, mengatakan pihak berwenang meyakini masih ada kemungkinan korban selamat yang terjebak di lokasi-lokasi tersebut.

Pejabat China pada Minggu mengatakan para pekerja telah menemukan 12 jenazah tambahan. Pencarian terhadap ratusan orang yang masih hilang di Tibet terus dilakukan.


Tak Ada Upacara di Tengah Operasi Pencarian



Di tengah upaya tim penyelamat masih mencari korban yang mungkin selamat, pemerintah Nepal tidak merencanakan acara atau kegiatan berskala besar untuk memperingati hari terakhir masa berkabung.

“Tidak ada program pemerintah yang diselenggarakan karena operasi penyelamatan dan pencarian masih berlangsung di wilayah yang terdampak banjir,” kata Phanindra Paudel dari National Emergency Operation Centre (NEOC) kepada Reuters.

Presiden Nepal Ram Chandra Paudel, yang merupakan kepala negara seremonial, mengunjungi sejumlah wilayah terdampak banjir pada Senin. Ia dijadwalkan meninjau kerusakan yang ditimbulkan bencana tersebut.

Sementara itu, petugas keamanan di penjara Distrik Nuwakot, salah satu dari dua distrik yang mengalami dampak paling parah, menyelamatkan 923 narapidana dengan memindahkan mereka ke gedung yang berada di lokasi lebih tinggi sebelum air banjir memasuki bangunan penjara yang berada di dataran rendah.

Perdana Menteri Balendra Shah mengatakan melalui unggahan di media sosial bahwa aparat juga berhasil menangkap kembali 50 narapidana yang melarikan diri setelah menjebol tembok dan gerbang penjara ketika banjir mulai terjadi.

Para narapidana tersebut, kata Shah, baru melarikan diri sekitar 100 meter sebelum ditangkap kembali.(dwi)

Baca juga:

Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal

#Nepal #Banjir Bandang #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Bagikan