Jangan Tunggu Bencana, Siapkan Tas Siaga Beserta Isinya

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Jangan Tunggu Bencana, Siapkan Tas Siaga Beserta Isinya

Barang yang perlu disiapkan sebelum terjadi bencana. (Foto: unsplash)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BENCANA dapat datang tanpa banyak peringatan. Gempa bumi, banjir, kebakaran, tanah longsor, hingga berbagai keadaan darurat lainnya bisa memaksa seseorang meninggalkan rumah dalam waktu singkat. Dalam situasi seperti itu, kepanikan sering kali membuat orang kesulitan menentukan barang apa saja yang harus dibawa.

Oleh karena itu, menyiapkan tas siaga bencana menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan sejak awal. Tas ini berisi berbagai kebutuhan penting yang dapat membantu seseorang dan keluarganya bertahan dalam kondisi darurat, setidaknya hingga bantuan datang atau situasi mulai terkendali.

Tas siaga sebaiknya disimpan di tempat yang mudah dijangkau dan diketahui seluruh anggota keluarga.

Berikut sejumlah barang penting yang bisa dimasukkan ke dalam tas siaga untuk menghadapi bencana.


1. Air Minum dan Makanan Siap Santap



Air minum menjadi salah satu kebutuhan paling penting ketika terjadi bencana. Siapkan persediaan air minum dalam kemasan yang mudah dibawa dan cukup untuk kebutuhan darurat.

Selain air, masukkan pula makanan yang praktis, tahan lama, dan tidak membutuhkan proses memasak. Biskuit, makanan kaleng, makanan kering, atau makanan siap santap bisa menjadi pilihan. Jangan lupa untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa secara berkala dan mengganti persediaan jika sudah mendekati batas konsumsi.

Baca juga:

Siapkan Tas Siaga Bencana


2. Obat-obatan dan Kotak P3K



Kotak pertolongan pertama atau P3K menjadi perlengkapan penting yang sebaiknya selalu tersedia. Isi tas dengan kebutuhan dasar seperti plester, perban, kasa steril, antiseptik, obat luka, serta obat-obatan umum.

Bagi anggota keluarga yang memiliki kebutuhan obat tertentu, pastikan obat tersebut juga tersedia dalam tas siaga. Sebaiknya siapkan persediaan yang cukup untuk beberapa hari dan periksa secara rutin tanggal kedaluwarsanya.


3. Senter dan Baterai Cadangan



Bencana dapat menyebabkan aliran listrik terputus. Dalam kondisi gelap, senter akan sangat membantu untuk mencari jalan, memeriksa keadaan sekitar, atau memberikan pertolongan kepada anggota keluarga.

Simpan senter beserta baterai cadangan di dalam tas. Jika memungkinkan, sediakan pula lampu darurat yang dapat digunakan dalam waktu cukup lama.



4. Power Bank dan Pengisi Daya


Ponsel dapat menjadi alat penting saat keadaan darurat. Selain digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga, ponsel juga dapat membantu seseorang menerima informasi mengenai kondisi bencana, jalur evakuasi, dan lokasi bantuan.

Karena itu, power bank yang telah terisi penuh serta kabel pengisi daya perlu dimasukkan ke dalam tas siaga. Periksa daya power bank secara berkala agar tetap siap digunakan ketika keadaan darurat terjadi.


5. Peluit

Meski terlihat sederhana, peluit dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam situasi bencana. Suara peluit dapat digunakan untuk menarik perhatian ketika seseorang terjebak, tersesat, atau membutuhkan bantuan

Peluit berukuran kecil dan ringan sehingga tidak membutuhkan banyak ruang di dalam tas.

Baca juga:

Pentingnya Edukasi Ilmu P3K Sejak Dini


6. Masker



Masker juga penting untuk dimasukkan ke dalam tas siaga, terutama ketika bencana menimbulkan debu, asap, atau kualitas udara yang buruk. Masker dapat membantu melindungi saluran pernapasan ketika berada di lingkungan yang dipenuhi partikel debu maupun asap.

Sediakan beberapa masker untuk setiap anggota keluarga agar dapat digunakan dalam kondisi yang membutuhkan perlindungan pernapasan.



7. Pakaian dan Selimut



Siapkan pakaian ganti secukupnya yang nyaman dan mudah dibawa. Pilih pakaian yang sesuai dengan kondisi lingkungan serta mudah digunakan dalam keadaan darurat.

Selain pakaian, selimut atau kain penghangat juga dapat membantu, terutama jika seseorang harus berada di luar rumah atau di lokasi pengungsian dalam waktu tertentu. Jika ruang dalam tas terbatas, pilih selimut darurat yang ringan dan mudah dilipat.

Menyiapkan tas siaga memang tidak dapat mencegah datangnya bencana. Namun, langkah sederhana ini dapat membantu seseorang dan keluarganya lebih siap menghadapi situasi darurat. Ketika waktu untuk berpikir dan berkemas menjadi sangat terbatas, tas yang telah disiapkan sebelumnya bisa menjadi salah satu bekal penting untuk bertahan dan menyelamatkan diri.(far)

Baca juga:

Melancong Jangan Lupa Bawa Kotak P3K

#Tas Siaga Bencana #Pertolongan Pertama #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Bagikan