MerahPutih.com - Tragedi laut kembali mengguncang perairan Asia Timur. Kapal tunda berbobot 286 ton terbalik di perairan dekat Kota Busan, Rabu (2/9), menewaskan satu awak kapal.
Total korban ada 8 orang kru di dalam kapal saat terbalik. Dua di antara korban merupakan awak kapal berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Satu ABK WNI sudah ditemukan dengan selamat, sedangkan satu orang lainnya masih dalam pencarian.
Baca juga:
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
Kronologis Kapal Terbalik
Insiden terbaliknya kapal itu terjadi pukul 13.29 waktu setempat, ketika kapal yang bertolak dari Pelabuhan Busan untuk menarik kapal komersial tiba-tiba kehilangan kendali dan terbalik.
Berdasarkan laporan saksi mata dikutip Antara, pukul 15.27 kapal tersebut tenggelam sepenuhnya, atau sekitar dua jam setelah terbalik.
Seorang ABK asal Indonesia berusia 50-an berhasil diselamatkan kapal komersial berbendera Liberia berbobot 66.332 ton.
ABK lainnya asal Korea Selatan juga berhasil dievakuasi, tetapi meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit. Sedangkan, 6 ABK lainnya masih dalam proses pencarian.
Baca juga:
3 ABK WNI Jadi Korban Serangan di Selat Bab Al-Mandeb, Korban Tewas Masih Diverifikasi
Instruksi Presiden Korsel
Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah menginstruksikan agar seluruh sumber daya dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan
Penjaga Pantai Korea Selatan mengerahkan 13 kapal untuk mencari korban hilang. Angkatan Laut Korea Selatan turut mengoperasikan kapal penyelamat ROKS Gwangyang, serta sejumlah kapal dan pesawat untuk memperluas pencarian.
Namun, upaya penyelamatan menghadapi kendala besar akibat gelombang setinggi 1,5 meter dan angin kencang 6 meter per detik.