MerahPutih.com - Isu dugaan warga negara Indonesia (WNI) menjadi anggota militer di Rusia mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia.
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah menerima tawaran pekerjaan di luar negeri hanya karena dijanjikan penghasilan tinggi.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta calon pekerja memastikan terlebih dahulu identitas perekrut, jenis pekerjaan, perusahaan pemberi kerja, serta lokasi penempatan.
Baca juga:
Diduga 8 Orang Gabung Tentara Rusia, DPR Sebut Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Menurut Yusril, Kamis (3/9), informasi yang tidak jelas mengenai pekerjaan patut menjadi tanda peringatan.
Masyarakat juga diminta lebih waspada apabila pekerjaan yang ditawarkan berkaitan dengan keamanan, militer, atau negara yang sedang dilanda konflik bersenjata.
Jangan mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan penghasilan tinggi tanpa mengetahui secara jelas siapa pemberi kerja, apa pekerjaannya, dan di mana mereka akan ditempatkan,
Menteri Koordinator Bidang Hukum HAM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.
8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia
Peringatan tersebut disampaikan di tengah penanganan kasus delapan WNI yang diduga direkrut melalui tawaran pekerjaan sebelum kemudian diarahkan untuk mengikuti dinas militer Rusia.
Yusril menilai masyarakat perlu melakukan pemeriksaan sejak awal agar tawaran pekerjaan tidak berubah menjadi persoalan hukum ataupun membahayakan keselamatan pekerja.
Ia menegaskan, besarnya gaji tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan ketika seseorang memutuskan bekerja di luar negeri.
Baca juga:
Kemlu RI Verifikasi 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Dalami Dugaan Penipuan
Intelijen Ukraina Sebut 8 WNI Direkrut Rusia
Sekadar informasi, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina menyebut delapan warga negara Indonesia (WNI) direkrut menjadi tentara bayaran Rusia.
Intelijen Ukraina merilis daftar nama delapan WNI yang disebut direkrut menjadi tentara Rusia melalui situs resminya, Foreign Intelligence Service of Ukraine/FISU.
Dalam rilis tersebut, data identitas delapan WNI itu juga ditampilkan Intelijen Ukraina.
Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen tentang setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan tentara pendudukan RF,
Foreign Intelligence Service of Ukraine.
(Knu)