Merahputih.com - Kericuhan Pejompongan yang pecah setelah rentetan demo 27 Agustus kini tengah menjadi sorotan utama karena jatuhnya korban jiwa.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mendesak masyarakat agar tidak mudah tersulut hoaks atau narasi provokatif yang berseliweran di media sosial.
Saat ini, kepolisian masih bekerja keras mengusut tuntas dalang di balik tragedi berdarah yang terjadi di luar agenda demonstrasi tersebut.
Baca juga:
Ditangkap saat Kericuhan Demo 27 Agustus, Polisi Pulangkan 141 Anak dengan Pengawasan
Buntut dari aksi demo 27 Agustus di sekitar kawasan parlemen memang menyisakan duka mendalam, terutama dengan tewasnya seorang warga bernama Bambang Setiyawan dan insiden penganiayaan yang menimpa pelajar kelas 12, Faturrohman.
Terkait para korban demo Pejompongan ini, Yusril memastikan bahwa Polda Metro Jaya sedang turun tangan melakukan investigasi komprehensif. Mengingat belum ada pihak manapun yang resmi ditetapkan sebagai tersangka, warga diimbau untuk menahan diri dari segala bentuk spekulasi maupun aksi saling tuduh yang tidak berdasar.
Polisi Masih Buru Pelaku Utama
Hingga detik ini, pihak kepolisian belum mengambil kesimpulan final terkait siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas pecahnya bentrokan di Jalan Pejompongan Raya tersebut.
Mantan Ketua Umum PBB ini menegaskan bahwa aparat sedang merangkai kepingan bukti untuk melihat gambar besarnya, mulai dari pelaku lapangan, penyuruh, hingga pihak yang mungkin menggerakkan massa.
Polda Metro Jaya kini tengah melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrohman. Belum ada kesimpulan yang dapat diambil mengenai siapa pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas kedua peristiwa tersebut,
jelas Yusril.
Ia juga menjanjikan bahwa negara tidak akan tinggal diam jika para pelaku sudah teridentifikasi dengan alat bukti yang sah.
Terhadap mereka yang berdasarkan bukti terbukti bertanggung jawab, tentu akan diambil langkah penegakan hukum yang tegas,
tambahnya.
Jangan Ada Aksi Balasan Buta
Di tengah panasnya percakapan di jagat maya, banyak akun yang mulai mengaitkan insiden ini dengan kelompok atau ormas tertentu.
Menanggapi fenomena cocoklogi netizen ini, Yusril langsung pasang badan untuk meluruskan fakta. Aparat sama sekali belum menunjuk hidung siapa pun.
Aparat penegak hukum tidak menuduh siapa pun yang terlibat dalam aksi penganiayaan, baik perorangan, kelompok, maupun ormas tertentu,
tegas Yusril.
Menariknya, Yusril justru memberikan apresiasi tinggi kepada para demonstran, termasuk massa dari Pati dan elemen mahasiswa, yang sebenarnya sudah menyampaikan aspirasi dengan sangat damai.
Baca juga:
153 Anak Diamankan saat Kerusuhan Demo di DPR, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi
Yusril menggarisbawahi bahwa tragedi yang menimpa Bambang dan Faturrohman terjadi setelah massa pendemo resmi membubarkan diri dari Gedung DPR. Gesekan itu murni terjadi di tengah situasi bentrok antarkelompok warga di area Pejompongan.
Karena letak masalahnya sudah jelas berada di ranah kriminalitas pascademo, Yusril mewanti-wanti publik agar kasus ini tidak dijadikan dalih untuk melakukan aksi main hakim sendiri.
Jangan sampai peristiwa yang sedang diselidiki ini kemudian memicu kericuhan atau kekerasan lanjutan,
pungkasnya memperingatkan.
Kini, bola sepenuhnya ada di tangan aparat penegak hukum. Masyarakat hanya perlu mengawal prosesnya dengan tenang, tanpa perlu memperkeruh suasana dengan membagikan informasi yang belum jelas juntrungannya. (Pon)