Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar

Arsip - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menjawab pertanyaan wartawan mengenai isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 100 lebih hakim s

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kericuhan Pejompongan yang pecah setelah rentetan demo 27 Agustus kini tengah menjadi sorotan utama karena jatuhnya korban jiwa.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mendesak masyarakat agar tidak mudah tersulut hoaks atau narasi provokatif yang berseliweran di media sosial.

Saat ini, kepolisian masih bekerja keras mengusut tuntas dalang di balik tragedi berdarah yang terjadi di luar agenda demonstrasi tersebut.

Baca juga:

Ditangkap saat Kericuhan Demo 27 Agustus, Polisi Pulangkan 141 Anak dengan Pengawasan

Buntut dari aksi demo 27 Agustus di sekitar kawasan parlemen memang menyisakan duka mendalam, terutama dengan tewasnya seorang warga bernama Bambang Setiyawan dan insiden penganiayaan yang menimpa pelajar kelas 12, Faturrohman.

Terkait para korban demo Pejompongan ini, Yusril memastikan bahwa Polda Metro Jaya sedang turun tangan melakukan investigasi komprehensif. Mengingat belum ada pihak manapun yang resmi ditetapkan sebagai tersangka, warga diimbau untuk menahan diri dari segala bentuk spekulasi maupun aksi saling tuduh yang tidak berdasar.

Polisi Masih Buru Pelaku Utama

Hingga detik ini, pihak kepolisian belum mengambil kesimpulan final terkait siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas pecahnya bentrokan di Jalan Pejompongan Raya tersebut.

Mantan Ketua Umum PBB ini menegaskan bahwa aparat sedang merangkai kepingan bukti untuk melihat gambar besarnya, mulai dari pelaku lapangan, penyuruh, hingga pihak yang mungkin menggerakkan massa.

Polda Metro Jaya kini tengah melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrohman. Belum ada kesimpulan yang dapat diambil mengenai siapa pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas kedua peristiwa tersebut,

jelas Yusril.

Ia juga menjanjikan bahwa negara tidak akan tinggal diam jika para pelaku sudah teridentifikasi dengan alat bukti yang sah.

Terhadap mereka yang berdasarkan bukti terbukti bertanggung jawab, tentu akan diambil langkah penegakan hukum yang tegas,

tambahnya.

Jangan Ada Aksi Balasan Buta

Di tengah panasnya percakapan di jagat maya, banyak akun yang mulai mengaitkan insiden ini dengan kelompok atau ormas tertentu.

Menanggapi fenomena cocoklogi netizen ini, Yusril langsung pasang badan untuk meluruskan fakta. Aparat sama sekali belum menunjuk hidung siapa pun.

Aparat penegak hukum tidak menuduh siapa pun yang terlibat dalam aksi penganiayaan, baik perorangan, kelompok, maupun ormas tertentu,

tegas Yusril.

Menariknya, Yusril justru memberikan apresiasi tinggi kepada para demonstran, termasuk massa dari Pati dan elemen mahasiswa, yang sebenarnya sudah menyampaikan aspirasi dengan sangat damai.

Baca juga:

153 Anak Diamankan saat Kerusuhan Demo di DPR, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi

Yusril menggarisbawahi bahwa tragedi yang menimpa Bambang dan Faturrohman terjadi setelah massa pendemo resmi membubarkan diri dari Gedung DPR. Gesekan itu murni terjadi di tengah situasi bentrok antarkelompok warga di area Pejompongan.

Karena letak masalahnya sudah jelas berada di ranah kriminalitas pascademo, Yusril mewanti-wanti publik agar kasus ini tidak dijadikan dalih untuk melakukan aksi main hakim sendiri.

Jangan sampai peristiwa yang sedang diselidiki ini kemudian memicu kericuhan atau kekerasan lanjutan,

pungkasnya memperingatkan.

Kini, bola sepenuhnya ada di tangan aparat penegak hukum. Masyarakat hanya perlu mengawal prosesnya dengan tenang, tanpa perlu memperkeruh suasana dengan membagikan informasi yang belum jelas juntrungannya. (Pon)

#Yusril Ihza Mahendra #Demo Rusuh #Demo Hari Ini
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Indonesia
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Kasus Mary Jane Veloso akhirnya menemui titik terang setelah Presiden Filipina memberikan pengampunan mutlak. Simak alasan Pemerintah RI menghormati keputusan ini dan kesepakatan di baliknya!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Indonesia
Ombudsman Temukan Sel Mewah di Lapas Cibinong, Yusril: Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Menko Yusril tegaskan sanksi berat bagi oknum terkait dugaan sel mewah Lapas Cibinong temuan Ombudsman. "Jangan ada dusta!" Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Ombudsman Temukan Sel Mewah di Lapas Cibinong, Yusril: Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Indonesia
Menko Yusril Persilakan Media Liput Lapas Cibinong Buktikan Sendiri Tuduhan Sel Napi Sultan
Menko Yusril Ihza Mahendra persilakan media buktikan temuan Ombudsman soal sel mewah berfasilitas apartemen di Lapas Cibinong. Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Menko Yusril Persilakan Media Liput Lapas Cibinong Buktikan Sendiri Tuduhan Sel Napi Sultan
Indonesia
Hukum Tidak Pandang Bulu, Menko Yusril Persilakan KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Menko Yusril Ihza Mahendra persilakan KPK periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Hukum Tidak Pandang Bulu, Menko Yusril Persilakan KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Indonesia
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Pemerintah menelusuri pihak yang merekrut 8 WNI yang diduga awalnya ditawari pekerjaan sebelum diarahkan mengikuti dinas militer Rusia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Indonesia
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Kasus 8 WNI yang diduga direkrut menjadi tentara Rusia mendapat perhatian pemerintah. Yusril meminta masyarakat waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Indonesia
Viral Foto Wajah Terduga Penganiaya Warga Pejompongan Tewas Saat Demo, Polda Bilang Itu AI
Polda Metro Jaya memastikan foto wajah terduga pelaku penganiayaan warga Pejompongan saat demo DPR yang viral di medsos hasil manipulasi AI
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Viral Foto Wajah Terduga Penganiaya Warga Pejompongan Tewas Saat Demo, Polda Bilang Itu AI
Indonesia
Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal kericuhan Pejompongan pasca demo 27 Agustus. Warga diminta tenang dan tak termakan hoaks selagi Polda Metro Jaya usut tuntas kasus ini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar
Indonesia
DPN Peradi Desak Polri Usut Tuntas Kematian Bambang Setiyawan Saat Kericuhan di Pejompongan
Fikri meminta Polri melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, transparan, dan akuntabel
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
DPN Peradi Desak Polri Usut Tuntas Kematian Bambang Setiyawan Saat Kericuhan di Pejompongan
Bagikan