MerahPutih.com - Mantan pelatih Ulsan HD yang kini menangani Persija Jakarta, Shin Tae-yong, dijatuhi sanksi berat oleh Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Korea (KFA). Ia terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Seorang pejabat KFA pada Kamis (24/7) mengungkapkan bahwa komite telah menggelar sidang terkait kasus Shin Tae-yong pada awal bulan ini dan baru-baru ini menyampaikan hasil keputusannya kepada yang bersangkutan.
KFA tidak mengungkapkan secara rinci bentuk sanksi kepada Shin Tae-yong. Federasi hanya menyatakan bahwa informasi mengenai apakah Shin dijatuhi skorsing, pencabutan lisensi, atau hukuman lain tidak dapat dipublikasikan karena alasan perlindungan data pribadi.
Dituduh Melakukan Kekerasan
Shin Tae-yong mulai melatih Ulsan HD pada Agustus tahun lalu, tetapi diberhentikan sekitar dua bulan kemudian, tepatnya pada Oktober.
Baca juga:
Kondisi Fisik Pemain Persija Belum 100 Persen, Shin Tae-yong Hati-hati di Piala Presiden 2026
Shin sempat menyebut ada masalah internal di dalam klub melalui wawancara media setelah pemecatannya. Namun, tak lama kemudian muncul tuduhan bahwa ia melakukan kekerasan fisik dan melontarkan ucapan yang dianggap menghina para pemain.
Sebuah video yang memperlihatkan Shin menampar pipi bek Jeong Seung-hyun juga beredar.
Jeong Seung-hyun mengungkapkan, "(Saat Shin Tae-yong menjadi pelatih) ada banyak momen yang membuat saya berpikir, 'Apakah ini benar?' Gaya kepemimpinannya tidak sesuai dengan zaman sekarang."
"Dalam kasus kekerasan atau pelecehan, pelaku mungkin merasa itu bukan kekerasan, tetapi jika korban menganggapnya sebagai kekerasan, maka itulah yang terjadi. Bukan hanya saya, saya yakin pemain lain juga berpikir demikian," jelas Jeong Seung-hyun dikutip dari News 1.
KFA kemudian memulai penyelidikan terhadap dugaan kekerasan tersebut pada Desember tahun lalu. Setelah proses investigasi selama sekitar delapan bulan, federasi akhirnya menjatuhkan sanksi kepada Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong kini mengisi kursi pelatih Persija Jakarta. Ia telah mempersiapkan Persija sejak ditunjuk pada Juni lalu.
Sementara itu, sanksi dari KFA hanya berlaku di wilayah Korea Selatan sehingga tidak berdampak langsung terhadap aktivitas kepelatihannya bersama Persija di Indonesia. (*)