Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Ilustrasi. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)
Merahputih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta tengah aktif melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memantau perkembangan kasus COVID-19 dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Jakarta.
"Kami pada prinsipnya punya SKDR, Sistem Kewaspadaan dan Respons Dini. Itu kita melakukan monev terhadap penyakit-penyakit yang berpotensi terjadinya wabah, termasuk COVID, ISPA, dan penyakit-penyakit yang lain,” ujar Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, Kamis (16/1).
Ani Ruspitawati menyatakan bahwa hingga saat ini, kasus ISPA masih dalam kondisi terkendali meskipun pihaknya terus meningkatkan pemantauan.
Baca juga:
Ribuan Warga Terkena Ispa Akibat Pembakaran Lapak Limbah Ilegal, Virus dan Bakteri Dapat Menular
Sementara, saat terjadi perubahan iklim atau cuaca seperti sekarang, kasus ISPA memang cenderung mengalami kenaikan, namun peningkatannya tidak sangat signifikan dan masih bisa dikendalikan.
Dinkes juga memastikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Jakarta berada dalam kondisi siaga. Saat ini, Jakarta memiliki 292 puskesmas pembantu dan 44 puskesmas yang siap melayani masyarakat.
Ani menyarankan agar warga yang merasakan gejala segera berobat ke puskesmas atau faskes terdekat untuk mendapatkan deteksi dini, sebab puskesmas kecamatan telah beroperasi 24 jam.
Sebelumnya, ia telah menyebutkan bahwa total kasus ISPA di Jakarta dari Januari hingga Oktober 2025 telah mencapai 1.966.308 kasus, dengan tren peningkatan mulai teridentifikasi sejak Juli 2025.
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam, diikuti gejala tambahan seperti hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, dan suara serak.
Baca juga:
Virus HMPV Merebak, Dinkes DKI Jakarta Minta Warga Waspadai ISPA
Pencegahan ISPA dapat dilakukan melalui penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan, menghindari keramaian, menggunakan masker di tempat padat atau publik, serta mempraktikkan etika batuk dan bersin. Selain itu, penting juga untuk membatasi aktivitas saat sakit, menghindari asap rokok, dan memperkuat daya tahan tubuh dengan gizi seimbang, istirahat cukup, olahraga, dan mengelola stres.
"Di puskesmas kecamatan pun sudah 24 jam sehingga ketika warga memang merasakan gejala, silakan berobat ke puskesmas, ke faskes, sehingga bisa dilakukan deteksi dini terhadap penyakit apapun,” kata Ani.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Ada Kegiatan Jakarta Penuh Warna, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Layanan
Pasar Pramuka Tetap Ramai Jelang Revitalisasi Total di Tahun 2026
Pemprov DKI Siapkan Pembangunan Tanggul Permanen di Pantai Mutiara Usai Ramai Isu Kebocoran
Pemprov DKI Siapkan Transformasi Kawasan JIS: Integrasi Transportasi hingga Kota Inklusif
Pemprov DKI Luncurkan Kanal Aduan Lengkap untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Sah! Pergub Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing Berlaku 24 November 2025
Pemprov DKI Serius Tangani Pengangguran, Fokus pada Difabel dan UMKM
TPT Jakarta Turun Jadi 6,05%, Sektor Transportasi Hingga Perdagangan Jadi Penyerap Tenaga Kerja Tertinggi
Pendapatan Daerah Hilang Besar, Pemprov DKI Dorong Evaluasi Insentif Kendaraan Listrik
Satgas Jaga Jakarta Resmi Dibentuk, Pramono Anung: Kerja Bersama Jaga Ibu Kota