MerahPutih.com - Tumpukan sampah yang membentuk daratan menyerupai pulau di perairan Muara Angke, Jakarta Utara, telah dibersihkan oleh petugas Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pembersihan dilakukan selama sekitar 3,5 hari setelah sampah menumpuk di kawasan muara yang menjadi pertemuan sejumlah aliran sungai dari wilayah Jakarta.
Plusnya adalah sampah itu kemudian tidak terdorong sampai dengan Pulau Seribu, itu adalah plusnya. Minusnya, kalau tidak secara rutin dibersihkan maka akan menjadi seperti yang kemarin, seperti pulau sampah.
kata Pramono
Pramono menilai, keberadaan tumpukan sampah di kawasan muara memiliki dampak positif dan negatif. Di satu sisi, sampah yang mengendap di Muara Angke tidak terbawa hingga ke wilayah Kepulauan Seribu. Namun di sisi lain, kondisi tersebut dapat menimbulkan persoalan lingkungan jika tidak segera ditangani.
Pramono mengakui, penumpukan sampah di Muara Angke bukan persoalan baru. Lokasi tersebut menjadi titik akhir aliran sungai, sehingga sampah yang terbawa arus kerap mengendap di kawasan pesisir.
Baca juga:
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Muara Angke Jadi Muara bagi Sejumlah Sungai Jakarta
Menurut dia, kondisi itu sulit dihindari karena Muara Angke menjadi muara bagi sejumlah sungai yang melintasi Jakarta.
"Memang Muara Angke itu adalah tempat begitu ujung dari sungai-sungai yang ada, ada 13 sungai, salah satunya kemudian muaranya di Muara Angke. Begitu mereka keluar, selama ini mengalami pengendapan di sana. Dan ini sudah berlangsung lama," ujarnya.
Selain itu, Pramono telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan jajaran terkait untuk melakukan pembersihan secara berkala agar tumpukan sampah tidak kembali membesar seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Jadi, tidak, tidak seperti yang kemarin terjadi penumpukan, karena memang problem utamanya hanya memang enggak bisa dihindari, itu pasti akan terjadi penumpukan sampah di sana," tuturnya.
Baca juga:
Revitalisasi Pasar Muara Karang Dikebut, Ditargetkan Rampung Pertengahan 2026
DLH DKI Lakukan Pengawasan Rutin di Muara Angke
Saat proses pembersihan, Pemprov DKI mengerahkan 100 petugas lapangan, dua ekskavator amfibi, serta tiga kapal pengangkut sampah.
Setelah pembersihan selesai, Dinas LH DKI akan melakukan pengawasan dan inspeksi rutin untuk mencegah penumpukan sampah kembali.
Salah satu kendala penanganan sampah di kawasan pesisir ialah kiriman sampah dari wilayah hulu yang terbawa aliran air menuju muara.
Baca juga:
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Lalu, pengendalian sampah juga dilakukan dari wilayah hulu melalui pengoperasian sekat dan saringan sampah agar tidak terus mengalir ke kawasan pesisir.
Selain pembersihan, Pemprov DKI juga memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke badan air. (Asp)