Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan

Ilustrasi Muara Angke. Foto: MerahPutih/Didik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tumpukan sampah yang membentuk daratan menyerupai pulau di perairan Muara Angke, Jakarta Utara, telah dibersihkan oleh petugas Pemprov DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pembersihan dilakukan selama sekitar 3,5 hari setelah sampah menumpuk di kawasan muara yang menjadi pertemuan sejumlah aliran sungai dari wilayah Jakarta.

Plusnya adalah sampah itu kemudian tidak terdorong sampai dengan Pulau Seribu, itu adalah plusnya. Minusnya, kalau tidak secara rutin dibersihkan maka akan menjadi seperti yang kemarin, seperti pulau sampah.

kata Pramono

Pramono menilai, keberadaan tumpukan sampah di kawasan muara memiliki dampak positif dan negatif. Di satu sisi, sampah yang mengendap di Muara Angke tidak terbawa hingga ke wilayah Kepulauan Seribu. Namun di sisi lain, kondisi tersebut dapat menimbulkan persoalan lingkungan jika tidak segera ditangani.

Pramono mengakui, penumpukan sampah di Muara Angke bukan persoalan baru. Lokasi tersebut menjadi titik akhir aliran sungai, sehingga sampah yang terbawa arus kerap mengendap di kawasan pesisir.

Baca juga:

DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik

Muara Angke Jadi Muara bagi Sejumlah Sungai Jakarta

Menurut dia, kondisi itu sulit dihindari karena Muara Angke menjadi muara bagi sejumlah sungai yang melintasi Jakarta.

"Memang Muara Angke itu adalah tempat begitu ujung dari sungai-sungai yang ada, ada 13 sungai, salah satunya kemudian muaranya di Muara Angke. Begitu mereka keluar, selama ini mengalami pengendapan di sana. Dan ini sudah berlangsung lama," ujarnya.

Selain itu, Pramono telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan jajaran terkait untuk melakukan pembersihan secara berkala agar tumpukan sampah tidak kembali membesar seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Jadi, tidak, tidak seperti yang kemarin terjadi penumpukan, karena memang problem utamanya hanya memang enggak bisa dihindari, itu pasti akan terjadi penumpukan sampah di sana," tuturnya.

Baca juga:

Revitalisasi Pasar Muara Karang Dikebut, Ditargetkan Rampung Pertengahan 2026

DLH DKI Lakukan Pengawasan Rutin di Muara Angke

Saat proses pembersihan, Pemprov DKI mengerahkan 100 petugas lapangan, dua ekskavator amfibi, serta tiga kapal pengangkut sampah.

Setelah pembersihan selesai, Dinas LH DKI akan melakukan pengawasan dan inspeksi rutin untuk mencegah penumpukan sampah kembali.

Salah satu kendala penanganan sampah di kawasan pesisir ialah kiriman sampah dari wilayah hulu yang terbawa aliran air menuju muara.

Baca juga:

Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional

Lalu, pengendalian sampah juga dilakukan dari wilayah hulu melalui pengoperasian sekat dan saringan sampah agar tidak terus mengalir ke kawasan pesisir.

Selain pembersihan, Pemprov DKI juga memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke badan air. (Asp)

#Muara Angke #Sampah #Pemprov DKI Jakarta #Pramono Anung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Jakarta Running Festival 2026 digelar 24-25 Oktober. Peserta dengan bib resmi bisa menggunakan MRT, LRT, Transjakarta, dan Transjabodetabek dengan tarif Rp 0.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Indonesia
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027-2028. Pramono menyebut penerbitan masih menunggu persetujuan pusat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Indonesia
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Lapangan Banteng akan semakin nyaman dikunjungi. Proses penataan kini sudah mencapai 63 persen, kemudian rampung November 2026.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Indonesia
Layani Kepulauan Seribu, Transjakarta Bakal Dapat Suntikan Modal Anyar
ramono mengatakan tambahan modal itu juga diperuntukkan guna menambah beberapa fasilitas layanan Transjakarta ke Pulau Seribu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Layani Kepulauan Seribu, Transjakarta Bakal Dapat Suntikan Modal Anyar
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Cabuti Tiang Listrik, Menata Jaringan Kabel Udara tak Terpakai
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel udara dapat diturunkan ke bawah tanah secara bertahap dalam lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pemprov DKI Jakarta Cabuti Tiang Listrik, Menata Jaringan Kabel Udara tak Terpakai
Indonesia
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Indonesia
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam golongan penerima transportasi umum gratis. Total penerima subsidi naik transportasi menjadi 21 golongan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Indonesia
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek dipastikan naik mulai 1 Januari 2027. Besaran tarif baru belum diumumkan Pemprov DKI Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Bagikan