Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang

Ilustrasi cuaca panas. ANTARA/HO

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan hujan buatan dengan metode operasi modifikasi cuara dalam menghadapi potensi kekeringan di musim kemarau. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya siap untuk berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan penanganan selama musim kemarau.

"Kalau selama ini kan kita mengatur hujan supaya tidak hujan, ini dalam waktunya kalau memang diperlukan Pemerintah DKI Jakarta akan mengatur supaya hujan," ujar Pramono di kawasan Bundaran HI, Rabu (29/7).

Ia menyebutkan, saat ini wilayah Jakarta sudah tidak hujan selama hampir tiga pekan. Akibatnya, terdapat kekeringan di sejumlah daerah. Meski begitu, menurut dia, kekeringan justru banyak terjadi di wilayah sekitar Jakarta. Namun, ia menilai kekeringan di wilayah sekitar Jakarta itu pasti akan memberikan dampak kepada ibu kota.

"Hal yang paling utama sebenarnya di atas Jakarta yang terjadi kekeringan, tetapi tentunya ini juga berpengaruh bagi Jakarta. Kami siap untuk melakukan itu (modifikasi cuaca)," kata Pramono.

Baca juga:

BMKG Ingatkan Dampak El Nino, 6 Provinsi Jadi Prioritas Antisipasi Kekeringan dan Karhutla



Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDPB) DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan hingga saat ini belum ada wilayah yang mengalami kekeringan di ibu kota. Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lapangan.

"Data yang ada di kami sampai saat ini masih belum ada wilayah yang mengalami kekeringan. Kami terus memantau seluruh wilayah di Jakarta dan menginformasikan peringatan dini sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi pada kemarau saat ini," kata dia.

Sebelumnya, BMKG menyatakan pihaknya belum dapat melakukan OMC untuk mengatasi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Pasalnya, keberhasilan OMC bergantung pada ketersediaan awan hujan yang dapat disemai. Ketua Tim Kerja Prediksi Bulanan BMKG Supari mengatakan OMC merupakan salah upaya mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan. Namun, pelaksanaannya harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Menurut dia, efektivitas OMC sangat bergantung pada ketepatan waktu pelaksanaan, ketersediaan awan hujan, serta penentuan lokasi dan waktu penyemaian yang tepat. Ia menjelaskan OMC hanya dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan apabila masih terdapat awan hujan yang sedang tumbuh dan memiliki kandungan air yang cukup untuk disemai.

"Oleh karena itu, pada musim kemarau yang kering, justru OMC tidak dapat dilaksanakan karena tidak ada bibit awan untuk disemai," ujarnya.(Asp)


Baca juga:

BMKG Ingatkan El Niño di Indonesia Makin Menguat, Wilayah-Wilayah Ini Terancam Kekeringan dan Karhutla

#BMKG #DKI Jakarta #Pramono Anung #Kekeringan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Saat ini wilayah Jakarta sudah tidak hujan selama hampir tiga pekan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Indonesia
Tak Lagi Berhenti di Velodrome, LRT Jakarta Segera Tembus Manggarai dalam 28 Menit
LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai mulai beroperasi pada Agustus 2026. Jalur sepanjang 12,2 kilometer ini akan melayani 11 stasiun dengan waktu tempuh sekitar 28 menit.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Juli 2026
Tak Lagi Berhenti di Velodrome, LRT Jakarta Segera Tembus Manggarai dalam 28 Menit
Indonesia
Kabar Gembira! Kini Bayar Tiket MRT Bisa Pakai Kartu Kredit Nirsentuh
Pemprov DKI menargetkan sistem pembayaran nirsentuh dapat dikembangkan dan diintegrasikan pada moda transportasi publik lainnya di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kabar Gembira! Kini Bayar Tiket MRT Bisa Pakai Kartu Kredit Nirsentuh
Indonesia
Gubernur Pramono Desak Kemenkeu Segera Keluarkan Kajian Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki alasan tersendiri terkait penetapan tenor minimal tujuh tahun untuk obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur Pramono Desak Kemenkeu Segera Keluarkan Kajian Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun
Indonesia
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, 6 Provinsi Jadi Prioritas Antisipasi Kekeringan dan Karhutla
BMKG mengingatkan bahwa El Nino mulai mengancam Indonesia. Enam provinsi pun menjadi wilayah yang diwaspadai.
Soffi Amira - Rabu, 29 Juli 2026
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, 6 Provinsi Jadi Prioritas Antisipasi Kekeringan dan Karhutla
Indonesia
Pramono Prihatin soal Bentrokan Matraman, Ingatkan Warga Jangan Ikut Terprovokasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, prihatin dengan bentrokan Matraman. Ia mengingatkan warga jangan terprovokasi.
Soffi Amira - Rabu, 29 Juli 2026
Pramono Prihatin soal Bentrokan Matraman, Ingatkan Warga Jangan Ikut Terprovokasi
Indonesia
Pemprov DKI Gelar Career Fest di GOR Ciracas Hari ini, Buka 2.000 Lowongan Pekerjaan
Sebanyak 37 perusahaan ambil bagian dalam bursa lowongan kerja yang berlangsung hingga Rabu (29/7) ini.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
Pemprov DKI Gelar Career Fest di GOR Ciracas Hari ini, Buka 2.000 Lowongan Pekerjaan
Indonesia
BMKG Ingatkan El Niño di Indonesia Makin Menguat, Wilayah-Wilayah Ini Terancam Kekeringan dan Karhutla
Dinamika atmosfer sepekan ke depan diprediksi masih didominasi kondisi kering
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 Juli 2026
BMKG Ingatkan El Niño di Indonesia Makin Menguat, Wilayah-Wilayah Ini Terancam Kekeringan dan Karhutla
Indonesia
Puncak Musim Kemarau Panjang, Jateng Salurkan 6,8 Juta Liter di 25 Daerah Kesulitan Air
Wilayah terdampak kemarau kini meliputi 83 kecamatan dan 148 desa, sedangkan 11 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Puncak Musim Kemarau Panjang, Jateng Salurkan 6,8 Juta Liter di 25 Daerah Kesulitan Air
Indonesia
Biro Dikmental DKI Ajukan Anggaran 2027 Rp 362,3 Miliar, 29 Ormas Kebagian Hibah
Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan anggaran 2026 yang senilai Rp 351,5 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Biro Dikmental DKI Ajukan Anggaran 2027 Rp 362,3 Miliar, 29 Ormas Kebagian Hibah
Bagikan