MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menolak isu liar yang berkembang di masyarakat bahwa bentrokan yang terjadi di Matraman, Jakarta Pusat, berkaitan dengan suku atau etnis tertentu.
"Saya betul-betul tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta karena Jakarta sudah aman, nyaman, dan tenteram," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (28/7).
Baca juga:
Bentrokan di Matraman, Gubernur Pramono Dukung Proses Hukum hingga Tuntas
Jakarta Disebut Kota Terbuka bagi Semua
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa Jakarta merupakan kota yang terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
Jakarta ini adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta itu selama ini terjaga dengan baik,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Meski demikian, Pramono mengakui bahwa peristiwa seperti bentrokan di Matraman merupakan realitas yang memang terjadi.
"Bahwa kemudian ada persoalan seperti di Matraman, itu adalah realitas yang ada," lanjutnya.
Baca juga:
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Imbau Warga Menahan Diri dan Tidak Merusak Fasilitas Umum
Pramono mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap mengedepankan kepala dingin serta tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi memperluas konflik.
Ia juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi maupun disinformasi yang tidak berdasarkan fakta. Selain itu, Pramono kembali mengingatkan agar tidak ada pihak yang merusak fasilitas umum ketika terjadi gesekan.
"Tetapi saya meminta kepada semuanya untuk menahan diri dan kita menyelesaikannya dengan kepala dingin. Mudah-mudahan Jakarta tetap aman, nyaman, dan terbuka bagi siapa saja," tuturnya. (Asp)

