Seringai Lelang Koleksi Pribadi, Donasi Rp 37,5 Juta Disalurkan untuk Korban Karhutla

Dwi AstariniDwi Astarini - 49 menit lalu
Seringai Lelang Koleksi Pribadi, Donasi Rp 37,5 Juta Disalurkan untuk Korban Karhutla

Seringai galang dana untuk Karhutla. (Foto: dok/seringai)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - DI tengah upaya membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Seringai memilih mengulurkan tangan melalui sesuatu yang dekat dengan perjalanan mereka sebagai musisi. Band cadas asal Jakarta ini melelang sejumlah koleksi pribadi dan memorabilia bersejarah milik para personelnya. Dari aksi tersebut, mereka menghimpun donasi sekitar Rp 37,5 juta untuk membantu para korban bencana.


Penggalangan dana ini melibatkan tiga personel Seringai, yakni Arian13 (vokal), Sammy Bramantyo (bass), dan Edy Khemod (drum). Barang-barang yang mereka tawarkan bukan sekadar koleksi biasa, melainkan benda-benda yang menyimpan kenangan dari perjalanan musikal Seringai selama bertahun-tahun.

Salah satu lelang yang menarik perhatian datang dari Arian13. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 28 Oktober 2026, ia mengumumkan keberhasilan penjualan 13 lembar lirik lagu Selamanya yang ditulis tangan. Lagu tersebut merupakan bagian dari album Seperti Api yang dirilis pada 2018.

Ketiga belas lembar lirik itu terjual dengan nilai keseluruhan mencapai Rp 16,9 juta. Sebelumnya, Arian membuka lelang dengan harga Rp 1,3 juta untuk setiap lembar lirik asli tersebut. Hasil penjualannya kemudian menjadi bagian dari dana kemanusiaan yang dikumpulkan Seringai.

Baca juga:

Seringai Comeback Tanpa Kompromi, Rilis Video Musik 'Sejati' dan 'Senarai Feses'


“Terima kasih untuk semua yang sudah berpartisipasi mendonasikan uangnya untuk para korban hutan yang dibakar di Kalimantan Tengah. Saya berhasil menjual 13 lirik Selamanya, dengan total Rp 16.900.000,” ujar Arian.


Bagi Arian, lelang tersebut menjadi salah satu cara untuk mengubah benda yang memiliki nilai personal menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak sekaligus mendukung para relawan yang bekerja di lapangan.


Ia menjelaskan donasi yang dihimpun Seringai akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari masker, obat-obatan, vitamin, logistik, hingga selang, dan alat pelindung diri (APD). Bantuan tersebut direncanakan disalurkan untuk Rumah Aman Asap serta mendukung kerja relawan pemadam api.


“Direncanakan, total dana yang terkumpul sekarang akan kami belanjakan beberapa kebutuhan utama (masker, obat-obatan, vitamin, logistik, selang, APD, dan lainnya) untuk Rumah Aman Asap & untuk mendukung relawan pemadam api. Total donasi yang kami kumpulkan sekitar Rp 37.500.000. Report yang lebih komprehensif nanti akan kami susun & post,” tuturnya.


Sebelum Arian mengumumkan hasil lelang lirik Selamanya, Edy Khemod lebih dahulu melepas salah satu benda yang menyimpan jejak penting dalam perjalanan Seringai. Pada 15 Oktober 2026, drummer tersebut menawarkan bass drum head custom yang telah menemaninya sejak proses rekaman album Seperti Api hingga berbagai penampilan band sebelum memasuki masa hiatus setelah kepergian gitaris Ricky Siahaan.


Benda tersebut memiliki nilai tersendiri karena menjadi bagian dari perjalanan Seringai di atas panggung maupun di studio. Tak hanya itu, bass drum head tersebut juga dilengkapi tanda tangan seluruh personel band, menjadikannya memorabilia yang menyimpan kenangan bagi para penggemar.

Melalui akun Instagram pribadinya, Edy menjelaskan seluruh hasil lelang akan digunakan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak karhutla di Kalimantan. Ia juga menyebut bantuan tersebut akan disalurkan melalui lembaga yang kompeten. “Lelang bass drum head custom milik @edykhemod dari era Seperti Api lengkap dengan tanda tangan dari seluruh personel Seringai. Seluruh hasil perolehannya akan kami donasikan untuk membantu meringankan beban korban kebakaran hutan di Kalimantan melalui lembaga yang kompeten,” ujar Edy.


Inisiatif tersebut sebenarnya telah dimulai lebih awal melalui Sammy Bramantyo. Pada 16 September 2026, akun Instagram resmi Seringai, @seringai_official, mengumumkan lelang sejumlah memorabilia vintage dari koleksi pribadi sang bassist. Hasil penjualan benda-benda tersebut direncanakan disalurkan melalui platform Kitabisa.com untuk membantu korban karhutla. “Lelang memorabilia vintage Seringai koleksi pribadi @sam_bram yang seluruh hasil perolehannya akan kami donasikan untuk membantu meringankan beban korban karhutla yang akan disalurkan via Kitabisa.com,” tulis akun tersebut.

Barang-barang yang dilelang Sammy mencakup kaus berlisensi resmi Seringai untuk label merchandise band Bootleggers Ball. Kaus tersebut merupakan karya Coki Singgih dari 2011. Selain itu, ia turut melepas CD kompilasi Six The Hard Way (2010), yang memuat karya sejumlah band cadas Indonesia, di antaranya Jasad, Infamy, Kelelawar Malam, hingga Outright.


Melalui rangkaian lelang tersebut, Seringai mempertemukan kenangan panjang perjalanan bermusik dengan kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana. Koleksi yang selama ini memiliki tempat tersendiri bagi para personel dan penggemar kini memperoleh fungsi baru: menjadi sarana untuk menghimpun bantuan bagi mereka yang membutuhkan.(Far)



Baca juga:

Seringai Hiatus, Apakah Keputusan Tepat?

#Seringai #Musik #Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Seringai Lelang Koleksi Pribadi, Donasi Rp 37,5 Juta Disalurkan untuk Korban Karhutla
Barang-barang yang dilelang bukan sekadar koleksi biasa, melainkan benda-benda yang menyimpan kenangan dari perjalanan musikal Seringai selama bertahun-tahun.
Dwi Astarini - 49 menit lalu
Seringai Lelang Koleksi Pribadi, Donasi Rp 37,5 Juta Disalurkan untuk Korban Karhutla
ShowBiz
Setelah Satu Dekade, Weird Genius Perkenalkan Album Perdana
Weird Genius akhirnya menyatukan gagasan dan karakter musikal mereka ke dalam sebuah album penuh.
Dwi Astarini - 1 jam, 48 menit lalu
Setelah Satu Dekade, Weird Genius Perkenalkan Album Perdana
ShowBiz
Rayakan Album Baru, MALIQ & D’Essentials Buka Semesta Kreatif lewat Kabar Gembira Exhibition
Kali ini, pameran berlangsung mulai 29 Oktober hingga 17 November 2026 di Melting Pot, GF, ASHTA District 8, Jakarta Selatan.
Dwi Astarini - 2 jam, 5 menit lalu
Rayakan Album Baru, MALIQ & D’Essentials Buka Semesta Kreatif lewat Kabar Gembira Exhibition
ShowBiz
Rol3ert Ingin Kolaborasi dengan Hindia dan Bernadya, Sebut Feast sebagai Band Favorit
Rol3ert mengungkapkan keinginannya berkolaborasi dengan Hindia dan Bernadya. Ia juga menyebut Feast sebagai salah satu band favoritnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
Rol3ert Ingin Kolaborasi dengan Hindia dan Bernadya, Sebut Feast sebagai Band Favorit
ShowBiz
Amanda Caesa Angkat Kisah Cinta Tanpa Kepastian Lewat Lagu 'Somebody New'
Amanda Caesa mengangkat kisah hubungan tanpa kepastian lewat Somebody New. Lagu ini bercerita tentang perhatian, harapan, dan perasaan yang belum terbalas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
Amanda Caesa Angkat Kisah Cinta Tanpa Kepastian Lewat Lagu 'Somebody New'
ShowBiz
BRANTA Hadirkan 'My Way Home', Lagu Romantis tentang Cinta dan Tempat untuk Pulang
Solois asal Surabaya BRANTA merilis single My Way Home. Lagu pop-ballad ini bercerita tentang cinta, ketenangan, dan menemukan rumah dalam diri seseorang.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
BRANTA Hadirkan 'My Way Home', Lagu Romantis tentang Cinta dan Tempat untuk Pulang
Indonesia
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Upaya OMC memicu hujan di wilayah utara dan tengah Merauke, bagian selatan Boven Digoel, serta bagian selatan Mappi.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
ShowBiz
MAMA Awards 2026 Hadirkan Kolaborasi Penampilan Bintang, Digelar 2 Malam di Jepang
MAMA AWARDS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 dan 21 November di Kyocera Dome Osaka, Jepang.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 MAMA Awards 2026 Hadirkan Kolaborasi Penampilan Bintang, Digelar 2 Malam di Jepang
ShowBiz
Cinta yang Tak Bisa Kembali Jadi Cerita Utama EP '5 hours apart, 2017' GANGGA
GANGGA merilis EP 5 hours apart, 2017, berisi tiga lagu tentang cinta, kehilangan, penyesalan, dan kerinduan. 'Moonlight' menjadi focus track.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Cinta yang Tak Bisa Kembali Jadi Cerita Utama EP '5 hours apart, 2017' GANGGA
Indonesia
Polri Temukan Indikasi Lemahnya Pencegahan Karhutla di Area Konsesi Perusahaan
Indikator tersebut antara lain kebakaran berulang di wilayah perusahaan serta sumber api yang berasal dari dalam area konsesi perkebunan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Polri Temukan Indikasi Lemahnya Pencegahan Karhutla di Area Konsesi Perusahaan
Bagikan