MERAHPUTIH.COM - RIO Clappy bersiap memperkenalkan album penuh perdananya yang bertajuk Tutur Hayat. Album berisi 10 lagu ini merangkum beragam pengalaman dan pergulatan emosi yang menjadi bagian dari kehidupan manusia. Melalui karya tersebut, Rio mengajak pendengar menyelami berbagai kisah tentang kebahagiaan, kehilangan, kenangan, serta penerimaan terhadap hal-hal yang datang silih berganti sepanjang perjalanan hidup.
Empat lagu, yakni Bunga Abadi, Denyut, Belia, dan Janji Bahagia, telah lebih dahulu diperkenalkan dan kini menjadi bagian dari keseluruhan materi album.
Nama Tutur Hayat dipilih sebagai gambaran dari upaya menyampaikan berbagai kisah kehidupan melalui musik. Setiap lagu merepresentasikan satu fragmen perjalanan manusia, mulai dari pertemuan yang menghadirkan kebahagiaan, perpisahan yang menyisakan ingatan, hingga proses memahami dan berdamai dengan perubahan. Ke-10 lagu tersebut dirangkai sebagai cerita yang berkaitan. Pengalaman pribadi menjadi titik awal bagi Rio untuk mengungkapkan perasaan yang lebih universal sehingga pendengar dapat menemukan keterhubungan dengan kisah yang mereka alami sendiri.
“Secara garis besar, Tutur Hayat gue maknai sebagai ucapan dari jiwa. Kata ‘tutur’ berarti ucapan atau menyampaikan sesuatu, sementara ‘hayat’ merujuk pada jiwa dan kehidupan, yang berasal dari bahasa Arab Al-Hayat. Buat gue, menuturkan dan berbagi sesuatu merupakan bagian dari sifat manusia yang sudah berlangsung sejak dahulu,” ujar Rio Clappy mengenai pemilihan judul album ini.
Baca juga:
Rol3ert Rilis Album Debut 'meet me in my head', Siap Kunjungi Indonesia dan Filipina
Perjalanan kreatif di balik Tutur Hayat terentang selama kurang lebih lima tahun. Rentang waktu tersebut tidak hanya mencakup proses penciptaan musik, tetapi juga perjalanan Rio dalam mengumpulkan keberanian, ide, dan gagasan untuk mewujudkan album ini. Salah satu materi di dalamnya, Dari Alammu, bahkan telah ditulis sejak 2021. Pada mulanya, lagu tersebut direncanakan untuk dirilis lebih dahulu sebelum Bunga Abadi.
Dalam proses penggarapannya, Rio turut menggandeng sejumlah musisi dan kolaborator untuk memperkaya karakter musikal album. Ia mengambil peran utama dalam penulisan lagu, komposisi, aransemen, serta produksi sebagian besar materi. Sejumlah nama yang terlibat dalam proses kreatif tersebut antara lain Tiara Dita Mawarni, Risa Yuliyanti Misbach, Wildan Ryanda, Ankela Bare Simamora, dan Bonar Hutagalung.
Kontribusi musikal juga datang dari Vega Antares, Erikson Jayanto, Morris Orah, Eki Tri Putra, Afirniar Mutsrin, Taufan Wirzon, Andika Putra, TJ Dika, dan Restha Wirananda melalui permainan instrumen maupun pengembangan aransemen. Sementara itu, Sony Febriyan dipercaya sebagai produser eksekutif untuk beberapa lagu. Tahap mixing dan mastering ditangani Vega Antares, Rizki Muhammad, serta Rama Harto.
Proses rekaman album berlangsung di sejumlah studio, yakni Antares Studio, Clap Studio, Great Wave Studio, Studio Rekam Kamar, dan LoveEvilive Studio. Keterlibatan berbagai pihak tersebut turut membentuk keseluruhan warna suara yang dihadirkan dalam Tutur Hayat.
Melalui album perdananya, Rio Clappy ingin memperluas cara pandang pendengar dalam memaknai perjalanan hidup. Baginya, kehidupan tidak semata-mata berkutat pada kisah jatuh cinta atau patah hati, tetapi juga mencakup perkara yang lebih luas, termasuk kehidupan, kematian, dan berbagai pengalaman yang perlu dijalani dengan sebaik-baiknya.
Rio berharap setiap lagu dalam Tutur Hayat dapat menemukan tempat dalam perjalanan personal para pendengarnya. Keterhubungan itu tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarmanusia, tetapi juga dapat menyentuh sisi spiritual dan keagamaan. Dengan begitu, album ini menjadi ruang bagi setiap orang untuk mengenali kembali beragam cerita dan perasaan yang membentuk kehidupan mereka.(Far)
Baca juga:
Temarram Menyusuri Keruntuhan Diri dalam Album Debut 'Antara Angkara'