Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Masa Pengenalan Sekolah Harus Diisi Pengembangan Karakter Siswa

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Juli 2021

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada siswa saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dimulai pada Senin (12/7.

"Saya berharap pembelajaran pada tahun ajaran baru ini benar-benar efektif untuk proses transfer Iptek serta pengembangan karakter siswa-siswi," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Senin (12/7).

Baca Juga:

Batalkan PTM, Gibran Fokus Vaksinasi Pelajar

MPLS tingkat SMA, SMK, dan SLB tahun ajaran 2020/2021 dijadwalkan berlangsung sepekan, mulai 11 Juli hingga 16 Juli dengan cara virtual karena masih dalam status PPKM Darurat.

Gubernur menilai, keefektifan pembelajaran akan benar-benar bisa menekan terjadinya "learning loss" dan "character loss" seperti yang dikhawatirkan selama ini.

Ia berpesan kepala sekolah dan para guru menyiapkan pelaksanaan tahun ajaran baru, baik dari aspek sistem pembelajaran maupun kualitas sumber daya manusianya.

Pengalaman penyelenggaraan proses belajar mengajar selama pandemi COVID-19 sebelumnya, kata dia, hendaknya dievaluasi secara komprehensif dan dicarikan solusi terbaik terhadap berbagai permasalahan yang ada.

Selain itu, Gubernur berharap MPLS mampu menyiapkan mental siswa baru memasuki masa pembelajaran di SMA, SMK, dan SLB, termasuk menumbuhkan motivasi, semangat, serta cara belajar efektif sebagai siswa baru di masa pandemi.

Uji Coba PTM. (Foto: Antara)
Uji Coba PTM. (Foto: Antara)

"Meski harus dilakukan secara daring, namun lewat MPLS ini akan tercipta interaksi positif antar siswa dan warga sekolah. Semoga pandemi segera berakhir sehingga pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan," katanya.

Khofifah menyebut, jenjang pendidikan SMA/SMK/SLB sangat berbeda dari jenjang sebelumnya, yakni SMP atau MTs karena merupakan fase transisi penting sebelum menapaki dunia kerja atau dunia akademik di perguruan tinggi.

Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut berpesan kepada orang tua atau wali murid untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar putra-putrinya yang masih menggunakan metode pembelajaran jarak jauh.

"Mohon luangkan waktu untuk mendampingi belajar, dan aktif berkomunikasi dengan para gurunya mengenai perkembangan belajar putra-putrinya," kata Khofifah. (*)

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Melejit, PTM di DKI Jakarta Dibatalkan

Baca Artikel Asli