MerahPutih.com - Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 telah berakhir di babak perempat final, setelah kalah 1-0 dari Spanyol.
Mikel Merino mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut berkat assist gemilang dari Ferran Torres, sekaligus menyingkirkan tim asuhan Roberto Martinez dari turnamen.
Salah satu topik pembicaraan utama terkait Portugal sepanjang Piala Dunia 2026 adalah pengaruh Cristiano Ronaldo terhadap tim.
Para pengkritik berpendapat, bahwa kehadirannya justru menghambat performa skuad. Sementara itu, pihak lain meyakini sebaliknya.
Baca juga:
Cristiano Ronaldo Klaim Gelar Euro 2016 Setara Juara Piala Dunia
Legenda Prancis Kritik Portugal usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Salah satu sosok yang membela bintang Portugal itu adalah mantan pemain timnas Prancis, Youri Djorkaeff, yang mengkritik cara Portugal memanfaatkan Ronaldo selama turnamen berlangsung.
Jika Anda membawa Cristiano Ronaldo, maka tim harus bermain untuk dirinya. Hal itu sama sekali tidak terjadi. Jelas sekali dia disabotase oleh rekan-rekan setimnya sendiri. Mereka tidak memberikan suplai bola yang memadai ataupun menempatkannya di posisi terbaik.
kata Djorkaeff kepada RMC
"Kita semua mengenal Cristiano. Dia bermain dengan gaya yang sama sepanjang kariernya. Apa yang mereka harapkan? Bahwa dia akan tiba-tiba berubah? Pilihannya adalah tidak memanggilnya atau tidak memainkannya. Namun, jika Anda memainkannya, maka Anda harus membangun tim yang berpusat padanya."
Baca juga:
Air Mata Lionel Messi Pecah usai Argentina Lolos Dramatis, Rekor Buruk Penalti Bertambah
Selain itu, Djorkaeff juga mempertanyakan sikap bintang-bintang Portugal lainnya. Ia berpendapat, bahwa beban tanggung jawab yang terlalu besar diletakkan di pundak Ronaldo.
"Hal yang tidak saya sukai dari tim Portugal ini, terlepas dari segala bakat yang mereka miliki, adalah semua orang seolah melimpahkan tanggung jawab kepada Cristiano," tambahnya.
Djorkaeff menambakan, bahwa Vitinha, Bruno Fernandes, dan pemain lainnya juga harus tampil dan mengambil peran. Para pemain tidak bisa terus-menerus mengharapkan Cristiano melakukan segalanya. Ia menilai, bahwa Ronaldo bukanlah penentu kemenangan. (sof)

