MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan isu tentang pemaksaan siswa yang mengikuti pembelajaran daring untuk datang ke sekolah guna mengambil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak benar atau hoaks.
"Sampai saat ini, pemerintah sendiri belum memutuskan kebijakan pembelajaran online pada anak-anak sekolah," kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, dikonfirmasi media, di Jakarta, Rabu (25/3).
Baca juga:
Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah dari Rumah Habis Lebaran untuk Hemat Energi
Informasi MBG Cuma Lewat Kanal Resmi BGN
Menurut Sony, pelaksanaan Program MBG sampai saat ini masih mengacu pada mekanisme yang berlaku di sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tatap muka.
"Jika nantinya ada kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, tentu akan kami kaji secara matang dan diumumkan secara resmi," tuturnya, dikutip Antara.
BGN juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, utamanya yang beredar di media sosial.
Sony menegaskan setiap kebijakan resmi terkait MBG akan disampaikan langsung melalui kanal komunikasi lembaga BGN.
Baca juga:
Aturan Baru MBG: Limbah Dapur SPPG Dievaluasi Tiap 3 Bulan Sekali
Rencana Sekolah Daring Habis Lebaran Batal
Sebelumnya, beredar isu bahwa pembelajaran siswa akan kembali dilaksanakan secara daring dalam rangka penghematan BBM.
Namun, pemerintah akhirnya membatalkan rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring yang semula dijadwalkan berlaku mulai April 2026. Keputusan ini diambil setelah melalui koordinasi lintas kementerian.
"Pemerintah akhirnya memilih untuk tetap memperkuat sistem tatap muka sepenuhnya, kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (25/3). (*)