MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji wacana agar anak dari kelompok ekonomi mampu atau kaya tidak lagi menjadi penerima program MBG.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, adanya potensi penghematan anggaran apabila wacana pengecualian anak dari keluarga mampu sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) direalisasikan.
Pasti ada kurang, penghematan (anggaran) lah, bukan potong. Tapi tergantung mereka gimana teknisnya nanti,
kata Purbaya usai menghadiri rapat koordinasi (rakor) devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/7).
Namun, Menkeu Purbaya mengaku belum mengetahui secara rinci mekanisme penerapan kebijakan tersebut karena menjadi kewenangan BGN.
Baca juga:
Pengamat Sebut Penunjukan Sudaryono Berpeluang Percepat Program Makan Bergizi Gratis
Saya enggak tahu detilnya seperti apa. Saya mesti tanya ke Kepala MBG bagaimana prosedurnya. Itu kan mereka yang kendalikan sepenuhnya. Kalau ada anak orang kaya, berarti sekolah-sekolah yang bagus-bagus. Mungkin nanti kalau mereka bilang mereka enggak mau, ya udah. Dikasih katanya gitu, tapi teknisnya tanya mereka ya,
ujarnya.
Purbaya mengatakan berencana bertemu dengan Kepala BGN yang baru, Sudaryono, setelah proses konsolidasi di internal lembaga tersebut selesai.
Ketuanya ganti. Kita biarkan konsolidasi dulu. Ini kan masih konsolidasi. Tadinya minggu ini, tapi kan ketuanya ganti. Ada, tapi kan dia masih konsolidasi. Biar tenang dulu,
katanya.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut, evaluasi standar bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas yang akan dilakukan untuk memperbaiki tata kelola program prioritas nasional tersebut.
Semua bahannya harus benar, dengan standar keamanan yang juga harus benar karena kita belajar dari faktor keracunan dan lain-lain. Jadi, selain cara mengolahnya ada juga yang dari bahan bakunya, yang barangkali itu tidak terstandar atau mungkin bahan bakunya punya kualitas enggak begitu bagus,
ujarnya.

