Keracunan Makanan Jadi Tantangan MBG, BGN Perjelas Aturan Penanggung Jawab

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Keracunan Makanan Jadi Tantangan MBG, BGN Perjelas Aturan Penanggung Jawab

ilustrasi MBG. (Foto: Dok. MBG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KEAMANAN pangan menjadi salah satu titik krusial dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seiring semakin luasnya program, Badan Gizi Nasional (BGN) kian memperketat kerangka aturan untuk memastikan tanggung jawab setiap pihak lebih jelas ketika muncul persoalan dalam penyelenggaraan MBG.

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN Khairul Hidayati mengatakan regulasi MBG harus mampu menjawab persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan. Salah satunya menyangkut kejelasan pihak yang bertanggung jawab, mekanisme pelaksanaan, kewenangan, hingga langkah yang harus ditempuh ketika terjadi masalah.


Persoalan tersebut menjadi penting karena rantai pelaksanaan MBG cukup panjang. Program tidak hanya menyangkut pembagian makanan kepada penerima manfaat, tetapi dimulai dari perencanaan dan penganggaran, penyediaan bahan pangan, proses pengolahan, distribusi hingga aspek keamanan pangan.


Dengan rantai tersebut, persoalan keamanan makanan membutuhkan pembagian tanggung jawab yang jelas di setiap tahapan. Ketika terjadi masalah pada makanan yang diterima masyarakat, mekanisme penanganan dan pihak yang memiliki kewenangan harus dapat segera ditentukan.


“Penyusunan regulasi perlu diarahkan agar mampu memberikan jawaban atas kebutuhan konkret dalam pelaksanaan MBG, termasuk kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab, mekanisme pelaksanaan, kewenangan, hingga langkah yang harus dilakukan ketika terjadi permasalahan,” ujar Hida di Jakarta, Rabu (16/9).

Baca juga:

BGN Perketat Data Penerima MBG, Sekolah Internasional dan Mandiri Finansial tak lagi Jadi Sasaran


Untuk memperkuat kerangka tersebut, BGN masih membahas empat peraturan BGN yang merupakan aturan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Hida menyebut, sepanjang 2026, Biro Hukum dan Humas BGN telah menyelesaikan 11 peraturan BGN. Enam di antaranya merupakan aturan turunan dari Perpres Nomor 115 Tahun 2025.

Selain empat regulasi yang masih dibahas, BGN juga menyusun petunjuk teknis pelaksanaan MBG. Petunjuk tersebut diperlukan untuk menerjemahkan ketentuan umum ke dalam prosedur yang lebih konkret di lapangan. Langkah pembenahan juga dilakukan dari sisi kelembagaan. BGN tengah membahas perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) bersama kementerian dan lembaga terkait.

Penataan tersebut dilakukan di tengah semakin besarnya skala dan kompleksitas MBG.
Selain keamanan pangan, penyelenggaraan program juga berkaitan dengan data penerima manfaat, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, serta koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. BGN menilai percepatan MBG harus berjalan beriringan dengan kepastian hukum. Dengan pembagian kewenangan yang lebih jelas, setiap pihak diharapkan mengetahui tugasnya sejak tahap penyediaan makanan hingga penanganan apabila muncul persoalan di lapangan.


Penguatan aturan tersebut pada akhirnya diarahkan agar pelaksanaan MBG tidak hanya cepat dalam menjangkau penerima manfaat, tetapi juga memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas ketika terjadi masalah, termasuk yang berkaitan dengan keamanan pangan.(knu)

Baca juga:

Kepala BGN Sudaryono Bongkar Modus Calo Program Makan Bergizi Gratis

#Badan Gizi Nasional #Keracunan Massal MBG #Makan Bergizi Gratis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Dapur-dapur tersebut menjadi bagian dari sistem penyediaan makanan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Indonesia
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
BGN kini sudah menutup lebih dari 2.000 dapur MBG. Alasannya karena SPPG tersebut tidak memenuhi syarat higiene.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Dana operasional sebesar Rp 3.000 menggunakan mekanisme at cost, yakni berdasarkan biaya yang dikeluarkan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Indonesia
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
BGN membuka ruang pengawasan bagi seluruh pihak, termasuk orangtua siswa, petugas posyandu, dan guru.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
Indonesia
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Efisiensi tersebut dilakukan melalui penataan penggunaan anggaran, evaluasi biaya operasional dapur, serta penguatan pengawasan keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Indonesia
Ribuan Dapur MBG Tidak Hygiene dan Tidak Laporkan Dana Harian Bakal Ditutup
BGN juga telah menutup secara permanen sejumlah dapur yang dinilai melakukan kelalaian secara sengaja, termasuk dapur di Karo, Semarang, dan Blora.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Ribuan Dapur MBG Tidak Hygiene dan Tidak Laporkan Dana Harian Bakal Ditutup
Indonesia
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Salah satu bentuk pelibatan pemerintah daerah yakni inspeksi terhadap operasional SPPG.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Indonesia
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
BGN menghentikan operasional 6.100 dapur MBG karena laporan penggunaan dana harian belum dipenuhi. Sudaryono menegaskan persoalannya bukan kekurangan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
Indonesia
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
BGN mulai menerapkan MBG prasmanan. Sebanyak 10 ribu SPPG ditargetkan rampung hingga akhir 2026.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
Indonesia
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Sudaryono mengungkapkan kasus keracunan di Bogor disebabkan pembelian bahan makanan jadi.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Bagikan