MerahPutih.com - Tim Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta menyatakan tidak ditemukan adanya indikasi kerusakan maupun gangguan fungsi otak pelajar asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Insya Allah, saya bisa pastikan bahwa tidak ada gangguan fungsi otak pada ananda yang pertama ya," kata Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Neurologi Anak, Prof Setyo Handryastuti, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (16/9).
Baca juga:
Setelah Sidoarjo, Dugaan Keracunan MBG kini Menimpa Ratusan Siswa di Tana Toraja
Pasien Sudah Bisa Pulang dan Kembali ke Sekolah
Menurut Setyo, kepastian kondisi otak pasien itu diperoleh usai tim medis lintas disiplin menggelar serangkaian wawancara mendalam, pemeriksaan fisik serta neurologi ketat, hingga tes penunjang canggih berupa elektroensefalografi (EEG) untuk mengukur gelombang otak pasien secara presisi.
Berkat hasil diagnostik awal itu, tim dokter menyatakan pasien sudah aman untuk dipulangkan serta diizinkan kembali menjalani rutinitas belajar di sekolah.
Jadi insya Allah ke depannya ananda bisa bersekolah kembali, bisa beraktivitas kembali, bisa ceria kembali,
Prof Setyo Handryastuti, Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Neurologi Anak RSCM
Mental dan Emosi Pasien Juga Mulai Stabil
Di lokasi yang sama, Dokter Psikiatri Anak dan Remaja RSCM, Prof Tjhin Wiguna, membeberkan kondisi kesehatan mental dan kestabilan emosi sang pasien berada dalam taraf yang cukup baik.
Kendati sesekali masih menunjukkan gejala kegelisahan minor akibat trauma insiden keracunan, tim psikiater anak dipastikan akan terus memberikan pendampingan psikologis secara berkelanjutan.
Baca juga:
Kasus Keracunan MBG Marak, DPR Minta BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh
Saat ini fokus penanganan medis saat ini dialihkan sepenuhnya untuk menjaga masa pemulihan emosional serta mendukung tata laksana psikososial sang anak ke depannya.
Memang kadang-kadang sesekali masih ada kegelisahan, tapi kami masih terus mendampingi yang bersangkutan,
Prof Tjhin Wiguna, Dokter Psikiatri Anak dan Remaja RSCM
Instruksi Khusus Menkes Budi Gunadi dan Mobilisasi Tim Ahli
Penanganan medis intensif terhadap dua pelajar terduga korban MBG asal Karo ini respons dari instruksi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumpulkan jajaran ahli terbaik di RSCM.
Menkes Budi sebelumnya secara khusus mengombinasikan kekuatan tim spesialis yang terdiri atas dokter spesialis anak, ahli neurologi, psikiater anak, ahli penyakit dalam, hingga keterlibatan Kolegium Anak Indonesia.
Nama kedua siswa itu Febiona Br Purba dan Agnesia Parulina Br Slitonga. Dilansir Antara, mereka diterbangkan langsung dari Sumatra Utara menuju Jakarta didampingi orangtua masing-masing pada Sabtu (12/9). (*)