Mendag Soroti Pengemasan Ompreng Jadi Rawan Penyebab Keracunan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mendag Soroti Pengemasan Ompreng Jadi Rawan Penyebab Keracunan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso inspeksi SPPG Semanggi 2 Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Senin (21/9). (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan inspeksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semanggi 2 Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Senin (21/9).

Dalam inspeksi tersebut pihaknya menyoroti pengemasan ompreng yang rawan jadi penyebab keracunan pada siswa hingga pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Budi ompreng yang telah diisi menu MBG langsung dimasukkan ke sealer dan sinar ultraviolet untuk mendeteksi apakah ada bakteri atau tidak.

Jadi setelah itu disegel (omprengnya) plastik. Ini untuk menjamin bahwa ompreng ini mulai dimasukkan sampai dikonsumsi anak-anak ini sehat,

ujar Budi, Senin (21/9).

Baca juga:

Ejek Korban Keracunan MBG, Karyawan SPPG Bantul Langsung Diberhentikan BGN

Dikatakannya jika ompreng yang diterima segel sudah terbuka agar tidak diterima. Hal itu untuk menjamin memang benar-benar dari proses masak sampai dikirim dalam kondisi sehat.

Ini dikasih tulisan jangan diterima jika segel rusak. Dan ini ada jamnya baik dikonsumsi sebelum pukul 13.00 WIB. Jadi harus jelas,

katanya.

Menurut dia proses pengemasan hingga pendistribusian MBG yang dilakukan oleh SPPG Semanggi 2 bisa menjadi contoh SPPG lain di Solo.

Ia juga mengingatkan pasokan bahan baku kebutuhan MBG harus banyak UMKM yang ikut terlibat. Artinya dampak MBG terhadap UMKM sangat luar biasa.

Banyak UMKM yang terlibat untuk sayur segala macam. Jadi penyerapan MBG ini luar biasa terutama untuk UMKM lokal harus dilibatkan,

katanya.

Kepala SPPG Semanggi 2, Dian Sari Kusuma, mengatakan SPPG Semanggi 2 berbeda dengan SPPG lain dalam hal SOP kemasan ompreng MBG karena memiliki sinar ultraviolet.

Makanan yang telah dimasukkan ke dalam ompreng tidak langsung didistribusikan tetapi dilakukan penyinaran UV dan disegel menggunakan plastik, tertutup 360 derajat,

kata Dian.


Dia menambahkan jika ompreng yang diterima rusak bisa langsung dikembalikan kepada pihak SPPG.

Jadi untuk meminimalisir (pencemaran daru luar) dari SPPG harus berani menambah SOP untuk menjamin keamanan MBG,

pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
#Dapur MBG #Keracunan Massal MBG #Makan Bergizi Gratis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Dapur-dapur tersebut menjadi bagian dari sistem penyediaan makanan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
MBG Jangkau 58 Juta Orang, Ribuan Dapur Malah sudah Tutup
Indonesia
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
BGN kini sudah menutup lebih dari 2.000 dapur MBG. Alasannya karena SPPG tersebut tidak memenuhi syarat higiene.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Dana operasional sebesar Rp 3.000 menggunakan mekanisme at cost, yakni berdasarkan biaya yang dikeluarkan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Indonesia
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
BGN membuka ruang pengawasan bagi seluruh pihak, termasuk orangtua siswa, petugas posyandu, dan guru.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
Indonesia
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Efisiensi tersebut dilakukan melalui penataan penggunaan anggaran, evaluasi biaya operasional dapur, serta penguatan pengawasan keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Indonesia
Ribuan Dapur MBG Tidak Hygiene dan Tidak Laporkan Dana Harian Bakal Ditutup
BGN juga telah menutup secara permanen sejumlah dapur yang dinilai melakukan kelalaian secara sengaja, termasuk dapur di Karo, Semarang, dan Blora.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Ribuan Dapur MBG Tidak Hygiene dan Tidak Laporkan Dana Harian Bakal Ditutup
Indonesia
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Salah satu bentuk pelibatan pemerintah daerah yakni inspeksi terhadap operasional SPPG.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Indonesia
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
BGN menghentikan operasional 6.100 dapur MBG karena laporan penggunaan dana harian belum dipenuhi. Sudaryono menegaskan persoalannya bukan kekurangan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
Indonesia
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
BGN mulai menerapkan MBG prasmanan. Sebanyak 10 ribu SPPG ditargetkan rampung hingga akhir 2026.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
Indonesia
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Sudaryono mengungkapkan kasus keracunan di Bogor disebabkan pembelian bahan makanan jadi.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Bagikan