MERAHPUTIH.COM - BADAN Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Jawa Barat yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penghentian dilakukan selama kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka ditiadakan. Kebijakan tersebut merupakan penyesuaian operasional BGN terhadap kondisi darurat yang memengaruhi aktivitas pendidikan di wilayah terdampak.
Per 7 September 2026, PJJ diterapkan di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, Kota Depok, dan Kabupaten Purwakarta.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan pelaksanaan MBG perlu menyesuaikan kebijakan pembelajaran yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Operasional MBG akan disesuaikan kembali setelah kondisi memungkinkan dan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan,” ujar Hida dalam keterangannya, Selasa (8/9).
Baca juga:
1.999 Dapur Umum MBG Ditutup Mangkir Tenggat Daftar SLHS, BGN Investigasi Motifnya
Menurut dia, BGN masih memantau perkembangan situasi di sejumlah daerah dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait. Khusus Kabupaten Sukabumi, BGN menyebut wilayah tersebut masih berada dalam status imbauan penggunaan masker. Perkembangan kondisi di daerah itu terus menjadi perhatian dalam menentukan langkah operasional MBG berikutnya.
Penerapan PJJ di wilayah terdampak mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana serta Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pembelajaran dalam Situasi Darurat.
Selain Jawa Barat, kebijakan PJJ akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau juga diterapkan di sejumlah wilayah Lampung, Banten, dan DKI Jakarta. BGN menegaskan penghentian sementara MBG di sekolah yang menerapkan PJJ tidak berarti program tersebut dihentikan secara keseluruhan.
Penyesuaian akan dilakukan berdasarkan perkembangan kondisi, kesiapan sekolah, kebijakan pembelajaran, dan faktor keselamatan peserta didik. BGN menyatakan operasional MBG akan kembali disesuaikan apabila pembelajaran tatap muka di wilayah terdampak telah dapat dilaksanakan.(knu)
Baca juga:
Rekap MBG 1-3 September, 2.000 Siswa Diduga Keracunan dalam 3 Hari