MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengucapkan selamat kepada Sudaryono yang resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang. Daniel optimistis mantan Wakil Menteri Pertanian itu mampu membawa perubahan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Daniel, memimpin BGN bukan pekerjaan yang ringan. Namun, ia meyakini Sudaryono memiliki kapasitas untuk menghadirkan terobosan dalam waktu singkat.
"Selamat Pak Sudaryono yang baru dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Ini tugas yang tidak mudah dan berat, tapi kita yakini Pak Sudaryono dalam waktu singkat akan membawa terobosan dan perubahan besar program MBG ini," kata Daniel, Kamis (23/7).
Baca juga:
Pengamat Sebut Penunjukan Sudaryono Berpeluang Percepat Program Makan Bergizi Gratis
Salah satu terobosan yang diusulkan Daniel ialah menyalurkan bahan pangan langsung kepada penerima manfaat. Menurutnya, skema tersebut bisa menjadi alternatif untuk memastikan kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Berikan saja setiap minggu selusin telur, kacang hijau, daging kepada peserta agar bisa dimasak sendiri di rumah,
ujarnya. Daniel Johan, anggota Komisi IV DPR RI
Daniel juga meminta Sudaryono bergerak cepat membenahi tata kelola MBG secara menyeluruh. Ia berharap program tersebut benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan keluarga rentan gizi.
Selain pembenahan tata kelola, Daniel mendorong evaluasi dan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, termasuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang ditemukan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, evaluasi penting dilakukan agar pelaksanaan program lebih akuntabel dan kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang kembali.
Daniel juga mengusulkan agar sistem pelayanan MBG dikolaborasikan dengan kantin sekolah. Menurut dia, langkah itu tidak hanya mendukung pelaksanaan program, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi di lingkungan sekolah apabila disertai pendampingan tenaga ahli gizi.
Daniel meminta Sudaryono membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan terkait pelaksanaan MBG. Aspirasi publik, menurutnya, perlu dijadikan bahan evaluasi agar program berjalan lebih efektif, transparan, tepat sasaran, dan akuntabel.(Pon)

