MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengancam akan menutup dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak mampu bekerja sama dengan baik dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN Mayjen Trenggono mengatakan, kerja sama antara BGN dengan yayasan dan mitra pengelola SPPG menjadi salah satu syarat penting dalam pelaksanaan program MBG.
Apabila ada yayasan dan mitra yang sudah tidak bisa bekerja sama dengan baik, ya sudah, kita tutup dapurnya,
tegas Trenggono di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dikutip Minggu (27/9).
Menurut Trenggono, BGN telah menyediakan portal untuk mengatur kerja sama dengan yayasan dan mitra pengelola SPPG.
Baca juga:
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
Beberapa pengelola yang tidak mencapai kesepakatan dengan BGN, kata dia, telah dikenai tindakan penutupan dapur.
“Kemarin kita sudah sampaikan, kita buka suatu portal, yayasan dan mitra. Ada beberapa yayasan dan mitra yang tidak sepakat, kita tutup,” ujarnya.
BGN Evaluasi Keamanan Dapur SPPG
Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah pengelola SPPG mengeluhkan kebutuhan peralatan untuk memastikan keamanan makanan sebelum menu MBG didistribusikan.
Di antaranya adalah alat tes untuk mendeteksi bakteri pada makanan serta perangkat ultraviolet yang digunakan dalam proses pencucian ompreng. Namun, sejumlah kebutuhan tersebut disebut belum seluruhnya terpenuhi.
Trenggono menegaskan, pengelola SPPG harus mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan BGN.
Bagaimana dia mau menyiapkan makanan yang baik, kalau dia tidak ada kerja sama yang baik?
katanya.
Ketegasan BGN tersebut disampaikan di tengah evaluasi kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Baca juga:
BGN Hentikan Permanen 4 SPPG MBG, 10.112 Penerima Manfaat Dialihkan
Dalam kasus tersebut, kepala SPPG Bawang telah dicopot dan operasional dapurnya dihentikan. BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per Sabtu (26/9) pukul 07.00 WIB, tercatat 589 orang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG.
Sebanyak 127 orang masih dirawat, 381 menjalani rawat jalan, dan 180 orang tercatat dirujuk.
Kasus tersebut kembali menyoroti pengawasan keamanan pangan di tingkat dapur SPPG, termasuk kesiapan sarana untuk memastikan makanan MBG aman sebelum didistribusikan. (Knu)