MERAHPUTIH.COM - PENUNJUKAN Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai dapat mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pengamat politik menilai pergantian kepemimpinan tersebut menunjukkan Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan program prioritas pemerintah tetap berjalan optimal.
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengatakan cepatnya Presiden menunjuk pengganti Naniek S Deyang mengindikasikan proses transisi kepemimpinan telah dipersiapkan sebelumnya sehingga tidak mengganggu pelaksanaan program MBG.
“Kecepatan penetapan pengganti menunjukkan proses pergantian mungkin sudah direncanakan beberapa waktu sebelum pengumuman resmi,” ujar Fernando di Jakarta, Rabu (22/7).
Baca juga:
Menurut Fernando, pergantian kepemimpinan di BGN juga menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.
Di sisi lain, Fernando menilai pengunduran diri Naniek yang baru sekitar satu bulan menjabat sebagai Kepala BGN memunculkan berbagai pertanyaan di ruang publik.
Ia mengaku meragukan alasan kesehatan yang disampaikan sebagai penyebab utama pengunduran diri tersebut.
“Saya yakin banyak pihak tidak percaya kalau pengunduran dirinya karena alasan perawatan sakit jantung seperti yang dikemukakan,” katanya.
Fernando mengatakan berbagai spekulasi mengenai latar belakang pengunduran diri Nanik tidak terlepas dari rekam jejak kepemimpinannya di BGN pada periode sebelumnya.
Namun, menurut dia, hal tersebut merupakan ranah pemerintah untuk memberikan penjelasan kepada publik.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Naniek S Deyang yang mengundurkan diri pada 8 Juni 2026 dengan alasan fokus menjalani pengobatan penyakit jantung.(knu)
Baca juga:
Jadi Kepala BGN, Sudaryono tak Ingin Namanya Dicatut untuk Praktik Ilegal

