Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jeritan Ojol Memohon Masker Gratis di Tengah Wabah Corona

Wisnu Cipto - Selasa, 24 Maret 2020

MerahPutih.com - Kebijakan Work bekerja di rumah atau Work From Home (WFH) bagi pegawai pekantoran yang diserukan pemerintah sejak beberapa waktu membuat pekerja harian menjerit salah satunya pengemudi ojek online (ojol).

Pengemudi ojol yang menggunakan sepeda motor bernama Hakim (36) mengaku lesu ketika mendengar pemangku kebijakan mengeluarkan imbauan agar masyarakat bekerja dari rumah guna menekan penularan virus corona.

Baca Juga:

DPR Usul Negara Gaji Sopir Ojol Dkk Sebulan Rp500.000 Selama Wabah Corona

Hakim mengatakan untuk saat ini untuk aplikasi mengangkut penumpang sepi order. Menurut dia, bila dibandingkan 'narik' sebelum virus masuk ke Indonesia saat ini turun hingga 50 persen.

Pria yang bertempat tinggal di Jakarta Barat ini juga mengaku bahwa ia takut dengan adanya virus mematikan tersebut. Hanya saja bila tak bekerja anak dan istrinya mau makan apa sehari-harinya.

"Yang orang turun banget. Kalo persentase si ya lumayan turun hampir 40-50 persen," kata Hakim kepada MerahPutih.com, Selasa (24/3).

ojol
Jejeran para tukang ojol (ANT)

Baca Juga:

Tertib, Ratusan Ojol Antre Semprotan Disinfektan Gratis di Pinggir Jalan

Walaupun penumpang turun, kata dia, aplikasi order barang dan makanan naik dari biasanya. Karena warga takut keluar rumah dan memanfaatkan jasa ojol untuk mengantar atau menjemput. "Tapi kalo untuk orderan barang atau makanan meningkat," tutur lelaki dengan 1 anak itu.

Hakim memang masih berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap para pegawai lepas seperti dirinya karena pendapatan yang turun drastis saat ini. Bahkan, dia sampai menimbang berhenti sementara menjadi driver ojol mengingat kasus CIVID-19 terus meningkat.

Meski demikian, Hakim tak mau berharap lebih sampai mendapatkan duit subsidi dari negara. Dia hanya memohon setidaknya pemerintah atau pihak lain bersedia membantu ojol dengan menyediakan alat-alat pecegahan COVID-19.

"Mau sih kalo ada yang berani subsidiin. Atau mungkin kasih secara gratis masker dan hand sanitizer. Ojol resikonya gede kontak langsung sama penumpang," ujar dia memohon.

Baca Juga

Sekolah Diliburkan, Pengemudi Ojol Resah

Bukan Cuma Ojol

Nasib serupa juga dirasakan pedagang es kelapa, bernama Rulan (57). Dia mengaku lesu dengan keadaan saat ini di Jakarta, sebab dagangan yang dijajakannya tak banyak orang yang membeli atas kebijakan bekerja dari rumah yang digaungkan pemerintah.

Menurut dia, omset yang terima saat ini turun sekitar 70 persen. Menurut dia wajar saja masyarakat yang biasa ramai lalu-lalang kini sepi di jalan. Dengan begitu, Rulan menaruh harapan ke pemerintah untuk memikirkan dirinya dan pekerja harian lainya yang kini minim mendapatkan masukan uang.

"Lah sepi banget, biasanya rame orang proyek dan orang pulang kerja beli sekarang turun. Kalau turun bangsa 70 persen lah. Ya mudah mudahan pemerintah bagi kita bantuan," pintanya. (Asp)

Baca Juga

Rentan Terkena Virus Corona, Ini Permintaan Pengemudi Ojol ke Pemerintah

Baca Artikel Asli