Jeritan Ojol Memohon Masker Gratis di Tengah Wabah Corona

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 24 Maret 2020
Jeritan Ojol Memohon Masker Gratis di Tengah Wabah Corona

Ratusan ojek online antre penyemprotan disinfektan di Surabaya, Minggu (22/3) (MP/Budi Lentera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kebijakan Work bekerja di rumah atau Work From Home (WFH) bagi pegawai pekantoran yang diserukan pemerintah sejak beberapa waktu membuat pekerja harian menjerit salah satunya pengemudi ojek online (ojol).

Pengemudi ojol yang menggunakan sepeda motor bernama Hakim (36) mengaku lesu ketika mendengar pemangku kebijakan mengeluarkan imbauan agar masyarakat bekerja dari rumah guna menekan penularan virus corona.

Baca Juga:

DPR Usul Negara Gaji Sopir Ojol Dkk Sebulan Rp500.000 Selama Wabah Corona

Hakim mengatakan untuk saat ini untuk aplikasi mengangkut penumpang sepi order. Menurut dia, bila dibandingkan 'narik' sebelum virus masuk ke Indonesia saat ini turun hingga 50 persen.

Pria yang bertempat tinggal di Jakarta Barat ini juga mengaku bahwa ia takut dengan adanya virus mematikan tersebut. Hanya saja bila tak bekerja anak dan istrinya mau makan apa sehari-harinya.

"Yang orang turun banget. Kalo persentase si ya lumayan turun hampir 40-50 persen," kata Hakim kepada MerahPutih.com, Selasa (24/3).

ojol
Jejeran para tukang ojol (ANT)

Baca Juga:

Tertib, Ratusan Ojol Antre Semprotan Disinfektan Gratis di Pinggir Jalan

Walaupun penumpang turun, kata dia, aplikasi order barang dan makanan naik dari biasanya. Karena warga takut keluar rumah dan memanfaatkan jasa ojol untuk mengantar atau menjemput. "Tapi kalo untuk orderan barang atau makanan meningkat," tutur lelaki dengan 1 anak itu.

Hakim memang masih berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap para pegawai lepas seperti dirinya karena pendapatan yang turun drastis saat ini. Bahkan, dia sampai menimbang berhenti sementara menjadi driver ojol mengingat kasus CIVID-19 terus meningkat.

Meski demikian, Hakim tak mau berharap lebih sampai mendapatkan duit subsidi dari negara. Dia hanya memohon setidaknya pemerintah atau pihak lain bersedia membantu ojol dengan menyediakan alat-alat pecegahan COVID-19.

"Mau sih kalo ada yang berani subsidiin. Atau mungkin kasih secara gratis masker dan hand sanitizer. Ojol resikonya gede kontak langsung sama penumpang," ujar dia memohon.

Baca Juga

Sekolah Diliburkan, Pengemudi Ojol Resah

Bukan Cuma Ojol

Nasib serupa juga dirasakan pedagang es kelapa, bernama Rulan (57). Dia mengaku lesu dengan keadaan saat ini di Jakarta, sebab dagangan yang dijajakannya tak banyak orang yang membeli atas kebijakan bekerja dari rumah yang digaungkan pemerintah.

Menurut dia, omset yang terima saat ini turun sekitar 70 persen. Menurut dia wajar saja masyarakat yang biasa ramai lalu-lalang kini sepi di jalan. Dengan begitu, Rulan menaruh harapan ke pemerintah untuk memikirkan dirinya dan pekerja harian lainya yang kini minim mendapatkan masukan uang.

"Lah sepi banget, biasanya rame orang proyek dan orang pulang kerja beli sekarang turun. Kalau turun bangsa 70 persen lah. Ya mudah mudahan pemerintah bagi kita bantuan," pintanya. (Asp)

Baca Juga

Rentan Terkena Virus Corona, Ini Permintaan Pengemudi Ojol ke Pemerintah

#Demo Ojol
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Bakal Perbanyak Shelter Ojol, Beroperasi 24 Jam
Dengan hadirnya shelter di kawasan tersebut, Pramono pun meminta agar Dishub DKI memperbanyak shelter di titik-titik lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Jakarta Bakal Perbanyak Shelter Ojol, Beroperasi 24 Jam
Indonesia
Perpres Ojol 8 Persen Disambut DPR, Pendapatan Driver Diprediksi Naik
Komisi IX DPR mengapresiasi Perpres ojol 8 persen. Pendapatan driver berpotensi naik menjadi 92 persen.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
Perpres Ojol 8 Persen Disambut DPR, Pendapatan Driver Diprediksi Naik
Indonesia
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) Cecep Saripudin menyebut pihaknya menentang aksi Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Indonesia
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Pengemudi ojek online menggelar demo di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (14/2). Mereka menuntut potongan aplikator maksimal 10 persen dan audit tarif.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Indonesia
Demo Ojol di MPR/DPR, KRL Jabodetabek Beroperasi Normal dengan Penambahan Petugas untuk Antisipasi Kerusuhan
KAI Commuter mengoperasikan total 1.063 layanan perjalanan Commuter Line Jabodetabek.
Dwi Astarini - Rabu, 17 September 2025
Demo Ojol di MPR/DPR, KRL Jabodetabek Beroperasi Normal dengan Penambahan Petugas untuk Antisipasi Kerusuhan
Indonesia
Bang Doel Ingatkan Demo Ojol Jangan Rusak Fasilitas Umum yang Dibangun Pakai Uang Pajak
Aksi perusakan fasilitas umum bentuk pengkhianatan terhadap proses pembangunan yang dibayar menggunakan uang rakyat dari hasil pajak.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 September 2025
Bang Doel Ingatkan Demo Ojol Jangan Rusak Fasilitas Umum yang Dibangun Pakai Uang Pajak
Indonesia
Pramono Persilahkan Pengemudi Ojek Gelar Demo, Jangan Sporadis
Demonstrasi merupakan bagian dari hak demokrasi warga negara. Karena itu, Pemprov DKI tidak akan menghalangi aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan masyarakat, termasuk para pengemudi ojol.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 September 2025
Pramono Persilahkan Pengemudi Ojek Gelar Demo, Jangan Sporadis
Indonesia
6.118 Aparat Gabungan Jaga Demo Ojol Hari Ini, Kapolres Jakpus Klaim tak ada Senjata Api
Pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif tanpa melibatkan penggunaan senjata api.
Dwi Astarini - Rabu, 17 September 2025
6.118 Aparat Gabungan Jaga Demo Ojol Hari Ini, Kapolres Jakpus Klaim tak ada Senjata Api
Indonesia
Demo Ojol Hari ini, Sebagian tak Ikut karena Khawatir Kehilangan Penghasilan hingga Trauma Kerusuhan
Mayoritas pengemudi yang lain memilih tetap bekerja.
Dwi Astarini - Rabu, 17 September 2025
Demo Ojol Hari ini, Sebagian tak Ikut karena Khawatir Kehilangan Penghasilan hingga Trauma Kerusuhan
Indonesia
5.000 Ojol Siap Berhenti ‘Narik’ Hari ini, Ikut Demo Tuntut Pemerintah hingga DPR
Demonstrasi dimulai di depan Kementerian Perhubungan, Istana Presiden, hingga berakhir Gedung DPR, Jakarta.
Dwi Astarini - Rabu, 17 September 2025
5.000 Ojol Siap Berhenti ‘Narik’ Hari ini, Ikut Demo Tuntut Pemerintah hingga DPR
Bagikan