BMKG Sebut El Nino Makin Meluas, Cek Daftar Wilayah Terdampak Kekeringan Parah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
BMKG Sebut El Nino Makin Meluas, Cek Daftar Wilayah Terdampak Kekeringan Parah

Tanah kering akibat kemarau. Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Fenomena El Niño berkekuatan sangat tinggi meningkatkan ancaman kekeringan ekstrem secara meluas di beberapa wilayah di Tanah Air.

Perkembangan musim kemarau Dasarian I Agustus mencatat penurunan curah hujan secara drastis pada mayoritas kawasan Indonesia.

Baca juga:

Modifikasi Cuaca Pemadaman Kebakaran Bromo Mulai 14 Agustus? BNPB Tunggu Akurasi Prediksi BMKG

Kondisi atmosfer relatif kering mendominasi wilayah Nusantara, memicu kekhawatiran krisis air bersih serta gangguan sektor pertanian nasional.

Karakteristik cuaca sebagian besar wilayah Indonesia masih menunjukkan kondisi relatif kering akibat minimnya pembentukan awan hujan,

tulis BMKG dalam keterangannya.

Peta Penyebaran Kemarau dan Pemicu Hujan Lokal

Petugas

Pemutakhiran data iklim nasional menunjukkan ekspansi musim kemarau telah mencengkeram sebagian besar wilayah Indonesia.

Kendati demikian, beberapa daerah tetap mencatatkan curah hujan intensitas sedang berkat bantuan dinamika atmosfer regional.

Berikut perincian data sebaran curah hujan serta kondisi musim kemarau di Indonesia:

  • Cakupan Curah Hujan Rendah: Meliputi 90,79 persen wilayah Indonesia pada Dasarian I Agustus.

  • Kategori Curah Hujan Lain: Kategori menengah mencakup 8,28 persen wilayah, sedangkan kriteria tinggi hanya 0,93 persen wilayah.

  • Sebaran Zona Musim (ZOM): Sebanyak 76,5 persen wilayah atau setara 535 ZOM resmi memasuki musim kemarau.

  • Sifat Hujan Bawah Normal: Mencapai 87,28 persen wilayah, berbanding sifat hujan normal 4,35 persen, atas normal 2,77 persen, dan jauh di atas normal 5,60 persen.

  • Wilayah Hujan Lokal: Kepulauan Nias mencatat curah hujan 44 mm/hari, Sumatera Utara 28 mm/hari, serta Papua Pegunungan 23 mm/hari pada periode 10–13 Agustus.

"Interaksi faktor dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan pola belokan angin mendukung pembentukan awan konvektif secara lokal di tengah kemarau," tambah perwakilan BMKG menguraikan penyebab hujan singkat di kawasan utara.

Dinamika Atmosfer Sepekan dan Proyeksi Kekeringan

Pengaruh fenomena El Niño intensitas sangat kuat berpadu harmonis dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Kombinasi ini memangkas pasokan uap air di udara, memicu kekeringan atmosfer berkepanjangan hingga beberapa dasarian mendatang.

Baca juga:

El Nino Ancam 49 Juta Jiwa Hadapi Kerawanan Pangan

Berikut proyeksi iklim serta dinamika atmosfer Indonesia periode Agustus II hingga September I:

  • Intensitas Pemicu Utama: El Niño intensitas sangat kuat dan tren IOD positif menahan pembentukan awan.

  • Proyeksi Curah Hujan Agustus II – September I: Berada pada kriteria rendah hingga menengah berkisar 0–150 mm/dasarian.

  • Cakupan Wilayah Berpotensi Kering (<50 mm/dasarian): Meliputi Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.

  • Aktivitas Gelombang Atmosfer: Fenomena MJO dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di sebagian besar Sumatera serta Kalimantan bagian utara dan timur.

"Aktivitas MJO dan Gelombang Kelvin berpotensi memicu pembentukan awan hujan pada wilayah dengan dukungan labilitas atmosfer lokal," jelas tim ahli BMKG memprediksi dinamika cuaca sepekan ke depan.

#Dampak El Nino #Apa Itu El Nino #Fenomena El Nino #BMKG #BMKG Jabodetabek #Prakiraan Cuaca BMKG #Kekeringan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Hari Ini, Hujan Petir hingga Gelombang 4 Meter
BMKG memperkirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan, bahkan beberapa wilayah diprakirakan mengalami hujan lebat disertai petir pada Senin, 28 September.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Hari Ini, Hujan Petir hingga Gelombang 4 Meter
Indonesia
Awas Angin Kencang! Cek Potensi Hujan & Prakiraan Cuaca Indonesia 25-28 September 2026
Mau bepergian minggu ini? Cek dulu prakiraan cuaca Indonesia dan potensi hujan sepekan periode 25-28 September 2026. Hati-hati ada ancaman angin kencang!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
Awas Angin Kencang! Cek Potensi Hujan & Prakiraan Cuaca Indonesia 25-28 September 2026
Indonesia
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Arus di sekitar perairan Selat Sunda barat Pandeglang mengarah ke barat.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Indonesia
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Indonesia
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Indonesia
2 Daerah di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan, Tiap Hari Dikirim 5.000 Liter Air
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih bisa melakukan pengajuan melalui kanal LAKSA di aplikasi Tangerang LIVE, telepon 112 maupun hotline BPBD Kota Tangerang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
2 Daerah di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan, Tiap Hari Dikirim 5.000 Liter Air
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
BMKG mencatat lebih dari 61 persen wilayah Indonesia masih kemarau. Bantul mengalami 131 hari tanpa hujan, musim hujan diprediksi mulai November-Desember 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
Indonesia
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November-Desember 2026. Awalnya tak serentak dan sejumlah daerah diprediksi terlambat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
Bagikan