MerahPutih.com - Warga Kabupaten Manggarai Timur dikejutkan dengan keberadaan komodo di luar kawasan taman nasional sepanjang hampir 2 meter yang memakan ternak peliharaan mereka.
Untuk mencegah konflik komodo dengan warga, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur memasang 12 kamera jebak di Kelurahan Poto, lokasi komodo pemangsa ternak terakhir terlihat.
“Pada 31 Maret lalu warga melaporkan komodo masuk ke permukiman. Kami pasang kamera dan kandang perangkap untuk mencegah konflik berulang,” kata Kepala BBKSDA NTT, Adhi Nurul Hadi, saat dikonfirmasi media, dikutip Minggu (13/4).
Baca juga:
Sindikat Internasional Penyelundupan Komodo dari NTT ke Thailand Terbongkar
Menurut Adhi, komodo yang berkeliaran itu berdasarkan keterangan warga panjangnya mencapai 1,7 meter, sudah masuk kategori dewasa.
Adhi menambahkan timnya juga telah memasang kandang perangkap di lokasi rawan agar komodo tidak masuk ke lingkungan warga.
Warga Diingatkan Status Komodo
Namun, dia menegaskan komodo merupakan satwa dilindungi yang keberadaannya harus dijaga bersama, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan tindakan yang membahayakan terhadap hewan asli Indonesia itu.
“Jika menemukan satwa liar di sekitar permukiman, segera laporkan kepada petugas agar penanganannya sesuai prosedur,” imbuhnya, dilansir Antara.
BBKSDA NTT juga mengingatkan segala bentuk penangkapan, kepemilikan, maupun perdagangan ilegal komodo dapat dikenai sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan.
Baca juga:
Perburuan Rusa di Taman Nasional Komodo Berujung Baku Tembak, 3 Pemburu Liar Ditangkap
Populasi Komodo di Luar Taman Nasional
Komodo tidak hanya hidup di Pulau Rinca dan Pulau Komodo yang masuk kawasan Taman Nasional Komodo. Populasinya juga tersebar di beberapa wilayah Pulau Flores, termasuk Kabupaten Manggarai Timur, serta di Pulau Longos dan Pulau Ontoloe. (*)