MerahPutih.com - Sebanyak 60 warga lanjut usia (lansia) di Desa Ranggatalo dan Lia Beke, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima bantuan dari JHL Foundation Yayasan Merah Putih Peduli Kasih, Selasa (25/8).
Bantuan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para lansia yang masih dihantui rasa takut setelah gempa.
Kondisi di wilayah tersebut juga diperparah dengan kekhawatiran warga terhadap ancaman longsor.
Desa Ranggatalo berada di jalur Trans Flores, sehingga aktivitas warga sangat bergantung pada kondisi jalan dan keamanan lingkungan sekitar.
Baca juga:
Nyalakan Pelita Kepedulian, Bantuan JHL Foundation Sentuh Lansia dan Janda Korban Gempa Ende
Salah seorang warga, Hironimus Senda, mengatakan para lansia merasa bahagia mendapatkan bantuan. Namun, di tengah situasi pascagempa, sebagian warga masih takut untuk bekerja karena khawatir terjadi longsor.
“Kami merasa bahagia mendapat bantuan ini. Banyak warga, terutama lansia, masih takut untuk bekerja karena khawatir terjadi longsor,” kata Hironimus Senda.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga harus lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kekhawatiran terhadap bencana susulan masih dirasakan masyarakat.
Bantuan JHL Foundation Bentuk Kepedulian, Nyalakan Semangat
Koordinator Relawan JHL Foundation, Thomas Aquanio, mengatakan bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak, khususnya kelompok lansia yang membutuhkan perhatian lebih dalam situasi setelah bencana.

Bantuan JHL Foundation bagi warga korban gempa di Desa Sirandori, Kecamatan Ndori, dan Desa Wonda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (25/8/2026). Foto: MP/Kanugrahan
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus memberikan semangat kepada para lansia yang masih berusaha menjalani kehidupan di tengah situasi setelah gempa.
Baca juga:
Cerita dari Nagekeo: Saat Bantuan JHL Foundation Jadi Pelita di Tengah Bayang-Bayang Trauma
Kehadiran JHL Foundation pun disambut bahagia oleh warga, yang juga mendoakan pembina JHL Group Jerry Hermawan Lo ini.
Bagi mereka, bantuan yang datang di tengah kondisi sulit bukan hanya soal kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi tanda bahwa masih ada pihak yang peduli terhadap perjuangan mereka setelah gempa. (Knu)