ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat

Penanganan Korban Gempa NTT/ Dok Polri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ancaman penyakit mulai membayangi warga yang masih bertahan di tengah situasi pascagempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Kondisi tersebut terlihat dari banyaknya warga terdampak gempa yang mendatangi Posko Kesehatan Polri untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Hingga (24/8) tercatat sekitar 400 warga telah memperoleh perawatan medis.

Baca juga:

110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai

Keluhan kesehatan yang ditemukan cukup beragam, mayoritas menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gastritis, flu, dan batuk. Ketua Tim Kesehatan Pusdokkes Polri, Kombes drg. Ahmad Fauzi, mengatakan keluhan pengungsi menjadi perhatian serius tim medis

Sampai dengan 24 Agustus, kurang lebih 400 warga sudah mendapatkan pelayanan kesehatan di posko. Keluhan yang kami temukan cukup beragam, seperti ISPA, gastritis, flu dan batuk,

Ketua Tim Kesehatan Pusdokkes Polri, Kombes drg. Ahmad Fauzi di lokasi, Selasa (25/8).

Kondisi Kesehatan Pengungsi Mulai Membaik

Suasana
Suasana haru terasa di Kongregasi Suster-Suster Maria Imakulata Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat bantuan dari JHL Foundation Yayasan Merah Putih Peduli tiba (MP/Kanu)

Menurut Ahmad, sebagian besar warga yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan kini telah menunjukkan kondisi yang membaik setelah mendapat penanganan dari tim medis.

“Alhamdulillah, sebagian besar keluhan yang dialami masyarakat sudah teratasi. Kami terus melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan apabila masih ada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan,” tuturnya.

Posko Kesehatan Polri tetap disiagakan untuk memastikan warga terdampak gempa tidak kesulitan memperoleh layanan medis selama masa pemulihan.

Tim kesehatan juga terus memantau kondisi masyarakat dan berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia.

"Kami lakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien," tutur dokter Ahmad.

Baca juga:

Cerita dari Nagekeo: Saat Bantuan JHL Foundation Jadi Pelita di Tengah Bayang-Bayang Trauma

Pentingnya Deteksi Dini Kondisi Kesehatan Pengungsi Gempa NTT

Pemberian
Pemberian Bantuan JHL Foundation Yayasan Merah Putih Peduli kepada warga korban Gempa NTT. (foto: Merahputih.com/Kanu)

Selain menghadapi dampak bencana, warga kini juga harus menjaga kondisi tubuh agar tidak terserang penyakit selama berada di lokasi pengungsian maupun tempat tinggal sementara.

Pelayanan kesehatan pun menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana, terutama untuk mendeteksi sejak dini penyakit yang dialami warga dan mencegah kondisi kesehatan mereka semakin memburuk.

“Harapannya, masyarakat dapat melewati masa pemulihan ini dengan kondisi yang semakin sehat dan kuat,” tandas dokter polisi berpangkat melati tiga itu. (Knu)

#Gempa NTT #Pengungsi #Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Kemenkes mencatat 113.336 kasus ISPA akibat karhutla hingga 9 September 2026. DPR meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus merupakan balita.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
ShowBiz
Reza Arap Dukung 27 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Gunakan Dana Pribadi untuk
Bukan pengalaman pertamanya dalam membantu penyediaan fasilitas pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Reza Arap Dukung 27 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Gunakan Dana Pribadi untuk
Indonesia
Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diperkosa, Waka DPR Minta Penjagaan Pengungsian Diperketat
Perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak dan perempuan yang berada di lokasi pengungsian, perlu menjadi perhatian dalam penanganan pascabencana.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diperkosa, Waka DPR Minta Penjagaan Pengungsian Diperketat
Indonesia
Gempa Flores Hari Ini Magnitudo 5,1 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Flores hari ini berkekuatan M 5,1 mengguncang kawasan Manggarai, NTT pada 8 September 2026. Cek info gempa BMKG terbaru, lokasi pusat gempa, dan peringatan lengkapnya di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 September 2026
Gempa Flores Hari Ini Magnitudo 5,1 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Bagikan