Enam Pesawat TNI AU Angkut 31 Ton Logistik dan 500 Pompa Air ke NTT-Kalimantan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Enam Pesawat TNI AU Angkut 31 Ton Logistik dan 500 Pompa Air ke NTT-Kalimantan

Pesawat C-130J Super Hercules. (Antara/Asprilla Dwi Adha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Enam pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) diberangkatkan pada Senin (24/8) untuk mendistribusikan kebutuhan pangan serta peralatan pendukung penanganan bencana ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.

Pengiriman bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar penanganan bencana dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Pemerintah juga memastikan bantuan yang dikirim dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Senin (24/8), seluruh unsur yang terlibat harus memastikan distribusi logistik berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu. Setiap unsur harus memastikan bantuan logistik benar-benar sampai dan diterima masyarakat yang membutuhkan,

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Tiga Pesawat Bawa 31 Ton Logistik ke NTT

Tiga pesawat TNI AU diterbangkan menuju wilayah terdampak gempa di NTT dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere.

Pesawat-pesawat tersebut membawa 31 ton logistik siap konsumsi. Bantuan terdiri dari biskuit, wafer, protein bar, roti, serta berbagai kebutuhan pangan lainnya.

Selain kebutuhan pangan, sejumlah mainan untuk anak-anak turut dibawa dalam pengiriman bantuan tersebut.

Distribusi melalui jalur udara dilakukan untuk mempercepat mobilisasi kebutuhan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Baca juga:

Langkah Pengiriman Logistik ke Daerah Bencana NTT dan Karhutla, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Tidak Berjalan Sendiri

Tiga Pesawat Kirim 500 Mesin Pompa ke Kalimantan

Sementara itu, tiga pesawat lainnya diarahkan menuju Kalimantan. Masing-masing pesawat memiliki tujuan Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin.

Ketiganya mengangkut 500 unit mesin pompa air yang merupakan bagian dari rencana distribusi 2.000 unit pompa secara bertahap.

Peralatan tersebut disiapkan untuk memperkuat penanganan kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan.

Setiap mesin pompa dilengkapi selang atau pipa dengan panjang mencapai satu kilometer. Peralatan itu dapat digunakan untuk mendukung proses pemadaman di lapangan.

Baca juga:

Prabowo Kirim 1.200 Prajurit TNI dari Jawa ke Kalimantan Perang Lawan Asap

Percepat Mobilisasi Bantuan Bencana

Pengiriman bantuan melalui jalur udara diharapkan dapat mempercepat mobilisasi logistik dan peralatan ke wilayah yang membutuhkan.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat dukungan bagi petugas serta masyarakat yang berada di lokasi terdampak bencana di NTT dan Kalimantan. (Asp)

#Gempa NTT #Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Kalimantan #Teddy Indra Wijaya #Bantuan Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Indonesia
Titik Panas Karhutla di Sumatera Melonjak, Ada 2.259 Titik
BMKG menyampaikan dengan kondisi asap yang masih tebal di Riau, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Titik Panas Karhutla di Sumatera Melonjak, Ada 2.259 Titik
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Pengungkapan perkara tersebut dilakukan melalui berbagai sumber informasi.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Indonesia
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Kemenkes mencatat 113.336 kasus ISPA akibat karhutla hingga 9 September 2026. DPR meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Indonesia
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Helikopter-helikopter tersebut telah melaksanakan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran udara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Ambulans Udara Mulai Diuji, Warga Daerah Terisolasi Bakal Lebih Mudah Akses Layanan Kesehatan
Program ambulans udara Prabowo mulai diuji melalui latihan evakuasi medis di Pesisir Barat, Lampung, untuk memperluas akses kesehatan daerah terisolasi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Ambulans Udara Mulai Diuji, Warga Daerah Terisolasi Bakal Lebih Mudah Akses Layanan Kesehatan
Bagikan