MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi 2.945 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Senin, Gita Dewi S mengungkapkan bahwa sebaran titik panas ini tersebar di 10 provinsi, dengan jumlah tertinggi terdeteksi di Sumatera Selatan yang mencapai 1429 titik, hal ini berdasarkan pembaruan data pada pukul 07.00 WIB.
Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Riau dengan 491 titik, Jambi 437 titik, Lampung 203 titik dan Bangka Belitung dengan 115 titik, disusul Aceh 114 titik, Sumatera Utara 64 titik, Kepulauan Riau 53 titik, Sumatera Barat 20 titik, dan Bengkulu 19 titik.
Sementara itu, Provinsi Riau dengan 491 titik panas tersebar di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Pelalawan menjadi area paling krusial di Riau dengan 239 titik panas, diikuti oleh Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 166 titik, dan Kabupaten Bengkalis 30 titik.
Baca juga:
Polri Tetapkan 72 Orang Tersangka Karhutla, Cukong Pendana Pembakaran Belum Terungkap
Selebihnya terdeteksi di Kabupaten Inderagiri Hulu (13), Rokan Hulu (12), Kampar (9), Rokan Hilir (8), Siak (7), Kuantan Singingi (4), serta Kota Dumai (3).
Akibat banyaknya titik panas ini jarak pandang di Pekanbaru pada Minggu (23/8) malam terpantau hanya 2,5 kilometer dengan kondisi berasap.
Sedangkan kualitas udara pada dini hari dan pagi berdasarkan PM 2,5 dalam beberapa jam masuk kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat.
Tercatat beberapa hari terakhir menurut Manggala Agni kebakaran lahan di Riau sudah menghanguskan 800 hektar lebih. Terbanyak di Kabupaten Indragiri Hulu seluas 471 hektare dan Pelalawan 300 ha serta Kabupaten Kampar puluhan hektare.
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru juga menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring dari rumah kepada peserta didik. Kebijakan ini baru berlaku satu hari untuk tingkat pendidikan dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama. (*)