Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan Tangani Korban Gempa NTT, Stok Obat Cukup Dalam 5 Hari

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan Tangani Korban Gempa NTT, Stok Obat Cukup Dalam 5 Hari

Relawan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membagikan makanan kepada penyintas bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/HO-Baznas RI/am.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendirikan dua rumah sakit lapangan untuk menangani korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Di Rumah Sakit Ruteng dan Rumah Sakit Aeramo Nageke.

Dua rumah sakit ini membantu puskesmas-puskesmas yang terdampak gempa,

kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes Sumarjaya.

Kemenkes bekerja sama dengan Basarnas untuk mengidentifikasi puskesmas-puskesmas yang terdampak cukup parah dan sulit terjangkau, misalnya puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, serta Puskesmas Dampek di Manggarai Timur.

Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit. Oleh karena itu kami mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit,

tuturnya.

Baca juga:

Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes

Kemenkes juga terus mengidentifikasi puskesmas-puskesmas yang terdampak dan terus melakukan pelayanan dengan mobilisasi tenaga melalui EMT sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kemudian, mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk siap siaga melalui telepon jika ada relawan atau bantuan yang diberikan, yang dikepalai oleh kepala Dinas Kesehatan di delapan kabupaten/kota dan satu Dinas Kesehatan provinsi,

ucap Sumarjaya.

Kemenkes memastikan obat-obatan bagi warga terdampak gempa di NTT masih cukup untuk lima hari ke depan dan sewaktu-waktu dapat dikirimkan dari pemerintah pusat ketika dibutuhkan.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengumumkan hingga Minggu (23/8) total jumlah korban jiwa akibat gempa bumi yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa. Terdapat 40 korban jiwa berjenis kelamin laki-laki, 48 korban jiwa berjenis kelamin perempuan, dan tiga korban lainnya masih dalam tahap identifikasi.

Sedangkan berdasarkan kelompok umur, 39 korban meninggal merupakan lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak dan remaja, 35 dewasa. Berdasar data yang diterima BNPB, 51 persen korban dinyatakan meninggal disebabkan dampak langsung dari gempa seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan sisanya sebanyak 49 persen disebabkan dampak tidak langsung dan jumlah pengungsi akibat gempa bumi di NTT saat ini bertambah menjadi 161.084 jiwa.

#Kemenkes #NTT #Gempa NTT
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Wamenkes menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Lifestyle
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Influenza menular melalui melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Indonesia
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi pada Selasa pukul 04.40 WIB atau 05.40 WITA.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, NTT
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Indonesia
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus merupakan balita.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Bagikan