Merahputih.com - Suasana haru terasa di Kongregasi Suster-Suster Maria Imakulata Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat bantuan dari JHL Foundation Yayasan Merah Putih Peduli tiba, Senin (24/8) malam
Bantuan tersebut datang setelah para suster baru saja selesai makan malam dan berdoa bersama. Kehadiran bantuan pun menjadi penghiburan tersendiri bagi para suster yang juga menjadi korban terdampak gempa bumi.
Baca juga:
Aksi Nyata JHL Foundation Jadi Berkat Bagi Umat Gereja Katolik Malaikat Agung Gabriel Kamubheka Ende
Anggota Novisiat Sr. Filomena M. Cahir mengatakan, bantuan tersebut terasa semakin berarti karena datang di tengah kondisi yang masih penuh ketidakpastian.
“Kami baru saja makan malam dan berdoa bersama, kemudian bantuan datang. Ini menjadi penghiburan bagi kami,” ujar Sr. Filomena M. Cahir.

Ia menceritakan, saat gempa terjadi, para suster sedang menjalani doa bersama pada pagi hari. Getaran gempa membuat mereka ikut merasakan kepanikan dan dampak bencana.
Di kongregasi tersebut terdapat tiga novisiat, satu aspiran, dan satu postulat yang turut menjalani kehidupan membiara di tengah situasi pascagempa.
Bantuan untuk para suster ini merupakan bagian dari penyaluran 250 paket bantuan JHL Foundation di Kabupaten Nagekeo.

Secara keseluruhan, bantuan disalurkan ke sekitar delapan titik, dengan sebagian bantuan juga akan dibawa ke Malabai.
Relawan JHL Foundation, Kristoforus Nusa, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk para suster yang ikut terdampak gempa.
“Kami membawa 250 bantuan untuk Nagekeo. Ada sekitar delapan titik yang kami berikan bantuan dan sebagian akan kami bawa ke Malabai,” kata Kristoforus Nusa.
Baca juga:
Momen JHL Foundation Menembus Kampung-Kampung di Ruteng, Manggarai
Para penerima bantuan juga menyampaikan terima kasih kepada Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih (JHL Foundation), Jerry Hermawan Lo atas kepedulian dan dukungan yang diberikan untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.
Bagi para suster, bantuan tersebut bukan sekadar paket kebutuhan. Di tengah trauma dan situasi sulit setelah gempa, kedatangan bantuan menjadi tanda perhatian dan penguat bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini seorang diri. (Knu)